RELUNG.ID – Pemkot Palembang menargetkan pengerjaan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung selesai pada September 2027 mendatang.
Hal ini guna mengatasi persoalan banjir khususnya di lima wilayah di Kota Palembang.
Demikian diungkapkan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Jumat (25/7/2025).
Dia mengatakan, revitalisasi Sub DAS Bendung ini dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII dan dibiayai oleh World Bank.
Pihaknya memastikan kepada World Bank bahwa tidak ada kendala sosial di sepadan sungai yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning.
“Tahap awal ini pematangan lahan yang akan ditinjau oleh pihak World Bank sudah dipastikan tidak ada kendala apa pun, baik dari sisi sosial maupun utilitas di sepadan Sungai Bendung sepanjang 5,4 km tersebut,” katanya usai rapat koordinasi dengan BBWS VIII dan World Bank pada Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, Sub DAS Bendung saat ini menjadi pusat banjir. Meskipun telah dibangun enam pompanisasi, fungsinya belum maksimal karena aliran sungai yang terhambat akibat sedimentasi dan faktor lainnya.
Hal ini menyebabkan genangan air hujan di beberapa wilayah sekitar DAS Bendung saat hujan.
“Penanganan banjir di Sub DAS Bendung ini akan mencakup setidaknya lima wilayah, seperti Simpang Polda, Talang Aman, IBA, Golf, dan Seduduk Putih,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera VIII, Agus Safari, menjelaskan bahwa konstruksi penanganan banjir di DAS Bendung direncanakan mulai Januari 2026 hingga September 2027, dengan durasi sekitar 20 bulan.
“Setidaknya ada 13 kegiatan yang direncanakan untuk memastikan genangan air di wilayah banjir dapat tersedot ke DAS Bendung, termasuk penguatan tebing sungai dan pengadaan 6-8 unit pompa,” jelasnya.
Setelah proyek ini selesai, akan ada dampak signifikan dalam pengurangan banjir. Dari 300 hektar genangan eksisting di area Bendung, diharapkan akan tereduksi hingga 89 persen, sehingga hanya tersisa 31 hektar.
Selain kesiapan lahan oleh Pemkot Palembang, BBWS Sumatera VIII juga telah merinci tahapan pekerjaan dan total anggaran yang dibutuhkan kepada World Bank.
“Penanganan banjir Sub DAS Bendung ini membutuhkan anggaran sebesar Rp705,8 miliar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, dari 19 sub sistem drainase di Kota Palembang, Sub DAS Bendung merupakan yang paling berpengaruh karena terletak di tengah kota dengan luas 17,25 kilometer persegi.
Sistem drainase ini memiliki panjang sungai 5,4 km yang bermuara ke Sungai Musi. (DSK)

