Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Chef Hotel, Ibu Rumah Tangga, dan Polisi: Tim Kompak di Dapur SPPG Polres Lubuklinggau
Regional

Chef Hotel, Ibu Rumah Tangga, dan Polisi: Tim Kompak di Dapur SPPG Polres Lubuklinggau

alwiBy alwi03/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
SPPG Polres Lubuklinggau. (Ansori/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Subuh belum benar-benar datang di Lubuklinggau. Langit masih berwarna kelabu ketika dari sebuah bangunan biru di Jalan Pembangunan, Kelurahan Air Kuti, terdengar bunyi gemerincing panci, cipratan air, dan obrolan ringan yang menyatu dengan aroma nasi hangat dan sayur asem.

Bangunan itu bukan restoran, bukan pula dapur hotel. Di sanalah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Polres Lubuklinggau beroperasi, dapur besar yang menjadi urat nadi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan warga.

Setiap hari, lebih dari 3.100 porsi makanan bergizi dimasak di sini. Bukan hanya untuk siswa sekolah, tapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Baca juga :   Palembang Siaga Musi Meluap: Wali Kota Ratu Dewa Kerahkan Sistem Tanggap Cepat 24 Jam

“Setiap porsi punya tanggung jawab. Kami tidak sekadar memasak, tapi memastikan apa yang sampai di tangan penerima benar-benar layak,” ujar Ardiyansyah, Kepala SPPG Polres Lubuklinggau.

Dapur ini baru berdiri 22 September 2025. Dulunya, gedung tersebut dirancang untuk poliklinik Dokkes Polres Lubuklinggau. Namun, keputusan berubah. Polres memilih menjadikannya dapur umum bergizi, keputusan yang kini menghidupkan ribuan perut setiap hari.

Sebanyak 47 relawan dan dua petugas keamanan bergantian bekerja dalam sistem tiga shift. Mereka dibagi dalam divisi persiapan, pengolahan, pencucian ompreng, pengepakan, dan distribusi.

Baca juga :   Harga Ayam Tembus Rp33 Ribu per Kilogram, DKPP Sebut Dipicu Program MBG

Rutinitas mereka dimulai sore hari. Pukul 15.00 WIB, bahan baku berdatangan, mulai dari beras, ayam, ikan, sayur, semua harus melalui pemeriksaan ketat. “Kami kroscek satu per satu. Kualitas bahan itu awal dari kualitas gizi,” kata Ardiyansyah.

Begitu malam tiba, dapur berubah menjadi ladang aktivitas. Api kompor besar menyala, panci mendidih, dan suara sendok logam bergesekan dengan wajan. Para relawan bekerja dalam ritme yang terukur, berpacu dengan waktu.

Baca juga :   Pelaku Tabrak Lari di Muba Menyerahkan Diri, Polisi Diminta Usut Tuntas

Pukul 23.00 WIB, tim pengolahan mulai bertugas. Mereka memasak hingga menjelang fajar. Ketika ayam goreng matang dan sayur asem mengepulkan uap, waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.

Saat itulah giliran tim pengepakan datang. Mereka bekerja cepat dan rapi, memindahkan lauk, sayur, dan nasi ke wadah logam. Setiap porsi diperiksa oleh ahli gizi tak ada kompromi soal kebersihan.

“Kalau ada yang kurang layak, langsung kami ganti. Tidak boleh asal cepat,” kata Geri, Asisten Lapangan yang bertugas mengawasi pengepakan.

Baca juga :   Larangan Musik Remix di Acara Hajatan oleh Kapolres Musi Rawas

Tepat pukul 07.00 WIB, kendaraan pengangkut mulai berangkat. Paket makanan itu dibawa ke Posyandu Kamboja, SDN 46, SDN 85, SMPN 2, SMAN 2, dan SMK Pertanian.

Fran, salah satu relawan muda, mengaku sempat kewalahan di awal. “Kami harus disiplin dan tepat waktu. Kalau terlambat, rasa dan kualitas bisa berubah. Tapi kami bangga bisa terlibat,” ujarnya dengan senyum lelah.

Di tengah hiruk-pikuk dapur biru itu, ada sosok yang menjadi motor utama. Herman Susanto, Kepala Juru Masak SPPG, dulunya adalah chef di hotel dan restoran ternama. Kini, ia memilih jalur pengabdian.

Baca juga :   Ramai Isu Pesugihan, Mantan Karyawan Beberkan Kondisi Ekonomi Keluarga Sarwendah

“Dulu saya memimpin dapur di hotel, semuanya profesional. Di sini, saya mengajar ibu-ibu rumah tangga dan anak muda. Mereka belum berpengalaman, tapi semangatnya luar biasa,” tutur Herman.

Ia memimpin 18 kru dapur, dibantu tim pengelola menu, bagian persiapan, dan juru masak nasi. “Kami kerja keras, tapi suasananya seperti keluarga. Setiap panci yang kami aduk, ada cinta di dalamnya,” ujarnya tersenyum.

Keamanan pangan menjadi prioritas utama. Semua yang masuk area dapur wajib memakai alat pelindung diri (APD) lengkap: masker, penutup kepala, dan sepatu karet. Setiap zona mulai dari pemotongan sayur hingga pengolahan lauk dipisah agar tak terjadi kontaminasi silang.

Baca juga :   Pemkab Muba Dorong Dua Exit Tol Baru di Ruas Betung–Tempino–Jambi

“Setiap pagi sebelum distribusi, Dokkes Polres memeriksa keamanan makanan,” jelas Kompol M. Syamsul Zachri, Wakapolres Lubuklinggau.

Selain itu, Polres bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan limbah serta Dinas Kesehatan, yang telah mengeluarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur ini.

Dapur SPPG Polres Lubuklinggau mungkin tampak sederhana. Namun di balik hiruk-pikuknya, tersimpan cerita tentang ketulusan, kedisiplinan, dan kerja sama.

Baca juga :   Bupati Muba Sambut Audiensi APDESI: Suara Desa Jadi Titik Tolak Pembangunan Merata

Setiap subuh, dari dapur biru ini mengalir bukan hanya aroma masakan, tapi juga harapan. Harapan bagi anak-anak agar tumbuh sehat, bagi ibu-ibu agar kuat, dan bagi masyarakat agar merasakan kepedulian nyata dari mereka yang bekerja tanpa banyak terlihat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini ibadah,” ujar Herman, sebelum kembali menyalakan kompor.

Dan di saat matahari mulai naik di langit Lubuklinggau, 3.100 porsi makanan telah meluncur membawa gizi, semangat, dan secuil cinta dari dapur yang tak pernah tidur. (NSR)

Chef Hotel Ibu Rumah Tangga MBG Polisi SPPG Polres Lubuklinggau
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSempat Bersembunyi di Plafon saat Rumah Dijarah, Sahroni Kini Buka Suara di Depan Warga
Next Article BPJS Ketenagakerjaan Palembang Serahkan Bantuan APD bagi Perusahaan
alwi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,970 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,842 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,814 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?