Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Wamendagri Bima Arya Tegaskan LPDP Amanah APBN, Harus Kembali untuk Bangsa
Politik

Wamendagri Bima Arya Tegaskan LPDP Amanah APBN, Harus Kembali untuk Bangsa

RiyadiBy Riyadi25/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan bahwa beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karena itu, ia menegaskan beasiswa tersebut merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Ini adalah program yang bersumber dari APBN, dari pemerintah. Tujuannya adalah investasi jangka panjang sumber daya manusia Indonesia,” kata Bima, dikutip Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Baca juga :   100 Hari Kerja, Ratu Dewa–Prima Salam Tuntaskan 75 Persen Program Prioritas


Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram pribadinya menyusul polemik konten viral dari penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang menyebut “cukup saya WNI” terkait status kewarganegaraan anak-anaknya.

Bima mengungkapkan, minat masyarakat terhadap beasiswa LPDP sangat tinggi. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sekitar 79.000 pendaftar, namun hanya 4.000 orang yang diterima. Artinya, tingkat kelulusan hanya sekitar 5 persen.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi LPDP sangat ketat dan kompetitif. Karena itu, ia mengingatkan para penerima beasiswa untuk bersyukur sekaligus menjaga amanah.

Baca juga :   [LAPORAN KHUSUS] Ketua Partai Belum Tentu Jadi Calon Gubernur, Peta Pilgub Sumsel Masih Dikuasai Tokoh Lama

“Artinya, bersyukurlah bagi yang mendapatkan ini. Amanahlah dengan tanggung jawab, dan uang rakyat harus kembali ke rakyat dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Ia menegaskan, beasiswa bukan sekadar privilege atau hak istimewa, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kontribusi nyata bagi Indonesia.

Bima juga mencontohkan sejumlah alumni LPDP yang dinilai berhasil memberikan kontribusi bagi Tanah Air.

Baca juga :   PDIP Tegaskan Posisi Partai Penyeimbang, Singgung Sikap Partai Koalisi

Di antaranya Aishah Prastowo, lulusan S3 Oxford yang kini menjadi guru di Sleman, Yogyakarta, serta berhasil melahirkan juara robotika internasional. Kemudian Dyah Roro yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan dan berkontribusi di bidang energi dan lingkungan hidup.

Ada pula Risa Santoso, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Asia, yang menjadi rektor termuda pada usia 27 tahun.

Menurut Bima, para alumni tersebut menjadi contoh bahwa ilmu yang diperoleh dari beasiswa negara harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca juga :   Apriyadi Realistis Terhadap Keputusan Parpol yang Belum Mendukungnya di Pilkada Muba 2024

Bima turut membagikan pengalamannya sebagai penerima beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) pada 2002. Ia menyebut, saat itu tidak ada kewajiban tegas untuk kembali ke Indonesia. Namun, sebagian besar penerima beasiswa tetap memilih pulang dan mengabdi.

“Rasanya hampir semua dari kita saat itu kembali ke Indonesia dengan cita-cita yang sangat besar waktu itu, ingin ikut menjadi bagian dari kekuatan anak-anak muda yang mengubah Indonesia menjadi negara yang jauh lebih maju,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa beasiswa adalah kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi bangsa, bukan sekadar fasilitas pendidikan.

Baca juga :   Sebanyak 74 Anggota DPRD Sumsel Dilantik

“Bagi saya, beasiswa adalah kesempatan untuk berbuat sesuatu. Beasiswa adalah amanah, bukan privilege. Ilmu adalah tanggung jawab moral,” tegasnya.

Sebelumnya, konten Dwi Sasetyaningtyas yang menyebut kedua anaknya kini berstatus warga negara asing Inggris/British Citizen menuai diskursus luas di masyarakat. Konten tersebut menjadi sorotan karena Dwi merupakan penerima beasiswa LPDP yang dananya berasal dari APBN.

Viralnya konten tersebut juga memunculkan dugaan bahwa suaminya, AP, yang juga penerima beasiswa LPDP, belum menjalankan kewajiban pengabdian.

Baca juga :   LPDP Dibuka 2026, Negara Arahkan Beasiswa untuk Mesin Industri dan Riset

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memasukkan Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya ke dalam daftar hitam pemerintah.

“Kalau begitu nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBNKITA Edisi Februari 2026, yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan, Senin (23/2/2026).

Polemik ini pun menjadi pengingat bahwa beasiswa negara bukan hanya hak, melainkan amanah yang melekat dengan tanggung jawab moral dan komitmen pengabdian kepada Indonesia.[YKP]

APBN Bima Arya LPDP Wamendagri
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleProses Cerai Boiyen dan Rully Anggi Akbar Bergulir, Tergugat Kembali Mangkir Sidang
Next Article Warisan LRT dan Asian Games, Jejak Besar Alex Noerdin untuk Sumsel
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,953 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,822 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,795 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?