RELUNG.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berjalan dan tidak mengalami penghentian maupun stagnasi.
Pembangunan disebut terus dilanjutkan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari APBN, investasi swasta, hingga kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan seluruh proses pembangunan di kawasan Nusantara masih terus berlangsung hingga saat ini.
“Pembangunan terus bergerak. Tidak ada istilah berhenti, stagnan, atau mangkrak. Narasi seperti itu harus diluruskan,” ujar Troy dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Troy, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru terkait Undang-Undang IKN dan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) tidak membatalkan status Nusantara sebagai calon ibu kota negara.
Sebaliknya, putusan tersebut dinilai semakin memperkuat landasan hukum perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara.
Ia menjelaskan bahwa penetapan resmi perpindahan ibu kota nantinya dilakukan melalui Keputusan Presiden yang menjadi kewenangan Presiden Republik Indonesia sesuai amanat undang-undang.
“Kami membutuhkan narasi yang berdasarkan fakta. Fakta hari ini adalah IKN terus berproses dan terus dibangun,” katanya.
Selain sebagai pusat pemerintahan, Otorita IKN juga menekankan bahwa Nusantara dirancang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep Superhub Ekonomi Nusantara.
Konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai klaster strategis di Kalimantan Timur guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan.
“Tujuan IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” jelas Troy.
Saat ini, pembangunan tidak hanya difokuskan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tetapi juga mencakup sembilan wilayah perencanaan strategis.
Kawasan tersebut meliputi pusat ekonomi dan bisnis, layanan kesehatan, energi baru terbarukan, kawasan hiburan, pendidikan, riset dan inovasi, hingga kawasan industri pangan.
Pengembangan IKN juga diklaim membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah daerah di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Samarinda.
Troy menyebut sejumlah pembangunan yang telah berjalan di antaranya akses jalan, fasilitas kesehatan, klaster perbankan, institusi pendidikan, fasilitas ibadah, hingga penataan kawasan Sepaku.
Otorita IKN juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat aspek sosial dan budaya masyarakat, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, serta penyediaan berbagai layanan pendukung lainnya di kawasan Nusantara. (vid)

