RELUNG.ID- Nama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjadi sorotan publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap, Jumat (13/3/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dalam operasi tersebut tim KPK mengamankan total 27 orang, termasuk Syamsul Auliya.
“Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syamsul Auliya terakhir melaporkan kekayaannya pada 19 Januari 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025.
Dalam laporan tersebut, total kekayaan bersih Syamsul tercatat sebesar Rp 12.039.790.782 setelah dikurangi utang.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai jenis aset, baik harta tidak bergerak maupun harta bergerak, dengan rincian sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan: Rp 8.150.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 3.234 m²/1.000 m² di Kabupaten Cilacap: Rp 8.000.000.000
- Tanah seluas 140 m² di Kabupaten Cilacap: Rp 150.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp 1.400.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp 360.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 1.295.400.782
- Harta lainnya: Rp 1.050.000.000
Di sektor kendaraan, Syamsul tercatat memiliki dua mobil, yakni Toyota minibus tahun 2021 senilai Rp 900 juta yang diperoleh dari hibah tanpa akta serta Toyota SUV tahun 2025 senilai Rp 500 juta dari hasil sendiri.
Jika seluruh aset tersebut dijumlahkan, total harta mencapai Rp 12.255.400.782. Namun setelah dikurangi utang sebesar Rp 215.610.000, total kekayaan bersihnya menjadi Rp 12.039.790.782.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, Syamsul Auliya merupakan lulusan SMA Negeri 1 Cilacap pada 2003.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada program Sarjana Sains Terapan Pemerintahan dan lulus pada 2008. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan magister di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan menyelesaikannya pada 2013.
Karier birokrasi Syamsul dimulai sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Kedungreja pada 2012. Ia kemudian menjabat Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Cilacap.
Pada 2017, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap periode 2017–2022 mendampingi Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Saat menjabat wakil bupati, ia juga menempuh pendidikan doktoral di IPDN dan lulus pada 2021.
Dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024, Syamsul maju sebagai calon Bupati Cilacap berpasangan dengan Ammy Amalia Fatma Surya. Pasangan tersebut meraih suara terbanyak dan resmi menjabat Bupati dan Wakil Bupati Cilacap untuk periode 2025–2030.
Namun pada Jumat (13/3/2026), Syamsul diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan yang diduga berkaitan dengan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Selain Syamsul, KPK juga mengamankan sejumlah penyelenggara negara dan pihak swasta.[YKP]

