RELUNG.ID – Pasca perpindahan penanganan lampu jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Lubuklinggau telah menerima 300 laporan terkait lampu jalan.
Dari 300 laporan tersebut, 112 laporan diantaranya masih diselesaikan secara bertahap.
“112 laporan ini mayoritas pengajuan perbaikan,” kata Kepala Dishub Lubuklinggau Hendra Gunawan pada Senin, (30/3/2026).
Dia mengaku akan terus menindaklanjuti laporan tersebut, namun masyarakat diminta untuk bersabar mengingat keterbatasan anggaran.
“Jadi kita bertahap untuk kita coba selesaikan. Mudah-mudahan segera kita tangani,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengaku terus berupaya memberikan pelayanan dengan menindak lanjuti laporan masyarakat dengan membuka media pengaduan ke Dishub Lubuklinggau terkait lampu jalan.
“Kalau ada laporan mati, kita perbaiki. Kalau dia putus lampunya kita ganti. Sebenarnya kan perpindahan dari Perkim itu ke Dishub di bulan 1 dan efektifnya di pertengahan bulan 1. Nah dari masa di Perkim dulu sampai ke Dishub itu ada beberapa laporan diserahkan ke kita,” timpalnya.
Pihaknya berusaha untuk menindak lanjuti laporan pengaduan tersebut. Namun untuk saat ini yang bisa ditindak lanjuti oleh pihaknya terkait dengan pemeliharaan. Seperti putus sekring, konslet atau pergantian lampu.
“Nah untuk titik baru belum bisa karena itu menunggu anggaran. Apalagi anggaran kita sangat terbatas kalau yang titik baru. Tapi kalau dia ada kerusakan itu masuk kami dan kita segera perbaiki, pemeliharaan misal korslet atau spaningnya tidak stabil,” bebernya.
Seperti kemarin, menurut Hendra, banyak laporan lampu jalan yang alami konslet. Sehingga kondisi tersebut membuat lampu jalan menjadi kerlap kerlip.
“Kebanyakan lampu jalan itu mati banyak masalahnya. Seperti ada yang terbakar, ada yang sudah lama lampunya dan sudah layak diganti atau putus, ada juga yang konslet karena hujan. Kita perbaiki. Kalau untuk lampu kita punya stok untuk lampu diperbaiki. Laporan lampu jalan mati sudah banyak juga ke kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya telah membentuk 3 tim untuk menindak lanjuti laporan pengaduan lampu jalan. Sehingga dengan begitu, apabila ada masyarakat yang melapor, maka langsung ditindak lanjuti tim dengan turun ke lapangan.
“Jadi kalau ada masyarakat yang melapor langsung kita masukan di list untuk kita tindak lanjuti. Jadi sehari itu tergantung kerusakannya dan waktunya itu tergantung dicari dulu permasalahannya. Kalau misalnya dia hanya ganti lampu mungkin beberapa titik. Kalau ada 4 titik, agak lama. Sebab 1 tim itu sehari mungkin bisa sampai hanya dapat 4 titik,” pungkasnya. (NSR)

