RELUNG.ID – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia terus menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Sepanjang 2025, angka kekerasan disebut terus meningkat, mulai dari kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga hingga kekerasan berbasis digital.
Fenomena itu menjadi perhatian dalam Podcast Ruang Redaksi media relung.id yang dipandu host Lina Ranti bersama advokat sekaligus akademisi, Dr Pania Putri.
Podcast tersebut dijadwalkan tayang pada 21 Mei 2026 melalui kanal YouTube @relungmedia.
Dalam perbincangan itu, Dr Pania Putri menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak meski negara telah memiliki berbagai regulasi perlindungan.
“Negara sebenarnya sudah hadir melalui berbagai regulasi perlindungan perempuan dan anak. Tetapi kekerasan masih terus terjadi dan korbannya semakin banyak,” kata Pania.
Dosen hukum tersebut mengungkapkan, kasus yang paling banyak ditemui saat ini ialah kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus kekerasan.
“Kekerasan seksual sekarang berada di urutan pertama. Pengaruh media sosial, pergaulan bebas dan obat-obatan juga sangat besar,” ujarnya.
Dalam podcast itu, Pania juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak takut melapor jika mengetahui adanya tindak kekerasan.
“Melihat, mendengar, mengetahui, itu hak kita untuk melapor. Jangan hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Ia menilai pencegahan menjadi langkah paling penting untuk memutus rantai kekerasan. Karena itu, peran keluarga disebut menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak.
“Lingkup terkecil itu keluarga. Orang tua harus hadir memberikan edukasi kepada anak tentang batas pergaulan dan perlindungan diri,” katanya.
Selain membahas aspek hukum dan perlindungan korban, podcast tersebut juga mengulas tantangan perempuan di dunia advokasi serta pentingnya efek jera bagi pelaku kekerasan.
Pania berharap masyarakat tidak lagi menganggap kasus kekerasan sebagai urusan pribadi semata, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian semua pihak.
“Perempuan dan anak harus berani bersuara. Jangan dipendam sendiri karena trauma bisa berkepanjangan,” tandasnya.
Saksikan tayangan lengkapnya dalam kanal YouTube @relungmedia serta jangan ketinggalan tayangan menarik lainnya dengan cara aktifkan tombol subscribe. (tim)

