RELUNG.ID- Tokoh perempuan adat asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta mengaku kecewa karena merasa dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menolak proyek strategis nasional (PSN) lumbung pangan di Papua Selatan.
Mama Sinta menyebut dirinya tidak mengetahui pernyataannya terkait penolakan PSN digunakan dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tanpa izin maupun persetujuannya.
“Itu tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan saya. Saya kaget juga waktu film itu diputar dan ditampilkan saya di bagian depan. Mereka pikir saya boneka ditampilkan tanpa seizin saya,” ujar Mama Sinta, Minggu (24/5/2026) dikutip dari video di YouTube.
Mama Sinta mengaku tidak mendapatkan manfaat nyata setelah mengikuti berbagai kegiatan bersama pihak LBH, termasuk perjalanan ke sejumlah kota seperti Jayapura, Makassar, dan Jakarta selama beberapa bulan.
“Saya tidak dapat apa-apa dari mereka. Saya sumpah demi Tuhan tidak tahu apa-apa soal film Pesta Babi itu. Itu sama saja mereka manfaatkan saya,” katanya.
Ia menjelaskan, awalnya dirinya bersama kelompok masyarakat adat Marind diajak untuk menyuarakan penolakan terhadap pembukaan lahan oleh pemerintah di Papua Selatan.
Namun, pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial hingga dijadikan bagian dari film dokumenter tersebut. Mama Sinta mengaku kecewa karena wajahnya turut digunakan dalam poster film tanpa sepengetahuannya.
Ia juga mengaku sudah tidak lagi menjalin komunikasi dengan LBH Papua Pusaka setelah kejadian tersebut. Mama Sinta turut menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah terkait pernyataan-pernyataannya yang selama ini menolak pembangunan PSN di Papua.
“Saya minta maaf karena itu bukan sepenuhnya kemauan saya, tetapi karena ajakan mereka,” ujarnya.
Dalam video itu, Mama Sinta juga memperlihatkan kondisi rumah dan dapurnya yang dinilai sudah tidak layak. Bahkan, kompor yang digunakan untuk memasak disebut telah rusak sehingga dirinya terpaksa memakai kayu bakar.
Kini, Mama Sinta menyatakan mendukung program pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembangunan PSN di Papua Selatan.
Ia berharap pemerintah dan perusahaan dapat membantu masyarakat setempat memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
“Kami mendukung karena di kampung ini kami tidak punya apa-apa. Harapan kami hanya kepada pemerintah dan perusahaan supaya masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” kata Mama Sinta.[YKP]

