Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Budaya Palembang Tergerus Zaman, Akademisi dan Budayawan Serukan Langkah Nyata Pelestarian
Regional

Budaya Palembang Tergerus Zaman, Akademisi dan Budayawan Serukan Langkah Nyata Pelestarian

ADMINBy ADMIN12/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kekhawatiran terhadap semakin tergerusnya seni dan budaya Palembang menjadi sorotan dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) bertajuk Pemertahanan Seni dan Budaya Kota Palembang yang digelar Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumatera Selatan bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP), Sabtu (11/7/2026), di Gedung Kesenian Palembang.

Baca juga :   Warga Citra Grand City dan Pengembang Dimediasi DPRD Palembang Terkait Iuran IPL

Forum yang mempertemukan akademisi, budayawan, seniman, dan pegiat budaya itu menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan melalui program konkret dan dukungan berbagai pihak.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, mengatakan kondisi seni tradisional saat ini menghadapi tantangan serius. Jumlah pelaku seni tradisi semakin berkurang, sementara minat generasi muda terhadap budaya lokal terus menurun.

“Pemertahanan budaya berarti ada sesuatu yang sedang menghadapi ancaman. Seniman tradisi semakin sedikit, minat generasi muda berkurang, sementara budaya luar semakin kuat masuk ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :   Jadi 'Biang Kerok' Jembatan Ambruk dan Jalan Amblas, Polisi Stop Sementara Angkutan Batu Bara

Menurut Nasir, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rumusan bersama untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya Palembang yang menjadi identitas daerah.

Selain persoalan regenerasi, ia menilai dukungan terhadap sektor kebudayaan masih perlu diperkuat, baik melalui kebijakan, pembinaan maupun pendanaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap diskusi ini menghasilkan formulasi yang tepat untuk mempertahankan seni dan budaya Palembang. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil,” katanya.

Baca juga :   Ditangkap di Warung, Pencuri yang Beraksi di Cafe Dragon Lubuklinggau Ternyata Residivis Jambret

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara HISKI Komisariat Sumsel dan Koalisi Masyarakat Puisi Sumsel sebagai bentuk komitmen memperkuat pengembangan sastra dan budaya daerah.

Ketua HISKI Komisariat Sumsel, Ernalida, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menyoroti semakin memudarnya sejumlah unsur budaya lokal, termasuk penggunaan bahasa Palembang di kalangan generasi muda.

Menurutnya, banyak tradisi dan warisan budaya yang mulai kehilangan ruang dalam kehidupan masyarakat modern.

Baca juga :   Tiga Jembatan di Desa Pauh I Rusak Parah

“Kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mempertahankan budaya Palembang agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda,” ujarnya.

Ernalida mencontohkan berbagai kuliner tradisional yang dahulu memiliki nilai budaya dan fungsi dalam upacara adat kini mulai terlupakan. Salah satunya kemplang besar yang pernah menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Palembang.

Ia juga menekankan bahwa sastra merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya sehingga pelestarian budaya harus dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga :   Atasi Banjir di Muara Enim, Drainase dan Sungai Jadi Fokus Evaluasi

“Sastra adalah bagian dari budaya. Karena itu perhatian kami tidak hanya pada karya sastra, tetapi juga seluruh bentuk seni dan budaya yang berkembang di Palembang,” katanya.

Sementara itu, Budayawan Sumsel sekaligus Ketua Koalisi Masyarakat Puisi Sumsel, Anwar Putra Bayu, menilai pengembangan seni dan budaya membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas budaya, hingga sektor swasta.

Menurutnya, banyak program kesenian yang telah dirancang, namun pelaksanaannya kerap terkendala keterbatasan anggaran.

Baca juga :   Timnas Dibantai Australia, Ekspresi Sedih Erick Thohir Jadi Sorotan

“Kami memiliki banyak gagasan dan program, tetapi persoalan pendanaan masih menjadi tantangan utama,” ujarnya.

Meski demikian, Anwar optimistis kolaborasi yang semakin luas dapat membuka peluang baru bagi pengembangan seni dan budaya Palembang, termasuk memperkenalkannya ke tingkat internasional.

Hal senada disampaikan Ketua Komunitas Batang Hari (KOBAR) 9, Vebri Al Lintani. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab negara yang telah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Baca juga :   Viral Isap Lem Aibon di Jembatan Ampera, Dua Bocah di Palembang Ditangkap

Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku budaya dan memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan kebudayaan daerah.

“Persoalan kebudayaan bukan hanya tanggung jawab komunitas, tetapi juga kewajiban pemerintah. Harus ada kebijakan yang memberikan ruang dan dukungan nyata bagi pelaku budaya,” tegasnya.

Vebri juga mengingatkan pentingnya mengangkat kembali identitas budaya Palembang Darussalam yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Ia menilai berbagai tradisi lisan, sastra daerah, hingga kebiasaan masyarakat yang sarat nilai budaya perlu kembali didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi muda. (DSK)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tak Wajar di Belakang Rumah, Polisi Temukan Surat Wasiat
Next Article Libur Sekolah Lebih Bermakna, KAI Divre III Palembang Gelar KAI Schooliday 2026 di Stasiun Kertapati
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,898 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,770 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,743 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?