Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Musim Kemarau di Sumsel, 19 Kasus Karhutla Tercatat di OKI
Regional

Musim Kemarau di Sumsel, 19 Kasus Karhutla Tercatat di OKI

alwiBy alwi15/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi karhutla. (BPBD Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mencatat karhutla di OKI mencapai 19 kasus.

Baca juga :   12 Daerah Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, Total Kasus Tembus 1.253 Kejadian

BPBD Sumsel telah menempatkan Kabupaten OKI sebagai salah satu dari empat daerah berstatus zona oranye, yakni wilayah dengan 15–30 kejadian karhutla.

Tiga daerah lainnya, yakni Kabupaten OKU (19 kejadian), Kota Palembang (18 kejadian) dan Kabupaten Muratara (17 kejadian).

Sementara itu, lima daerah telah masuk zona merah dengan tingkat kejadian lebih tinggi, yakni Kabupaten PALI (57 kejadian), Musi Banyuasin (49), Ogan Ilir (42), Banyuasin (37 dan Muara Enim (33).

Baca juga :   Tol Fungsional 33 Km Urai Kepadatan Arus Mudik di Sumsel

Kepala Pelaksana BPBD OKI, Nova Kurnia mengakui bahwa karhutla di Kabupaten OKI mulai meningkat, terutama di kawasan bergambut yang sulit dijangkau petugas.

“Memang benar kita masuk zona oranye. Karhutla mulai banyak terjadi, terutama di lahan gambut, tetapi juga ada di lahan mineral,” ujar Nova, Rabu (15/7/2026).

Nova menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar karena akses yang sulit membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan, meski melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri hingga perusahaan sekitar.

Baca juga :   Bawa Misi Kemanusiaan, YJI dan GOW Dikukuhkan

Kemarau panjang dan angin kencang juga menjadi salah satu faktor mempercepat titik api menyebar di beberapa kawasan rawan karhutla.

BPBD OKI mencatat titik-titik yang paling sering dilanda karhutla berada di Pedamaran Timur, Pangkalan Lampam, Cengal, Sungai Menang dan Tulung Selapan.

“Dua kejadian terbaru bahkan muncul kemarin di Kecamatan Tulung Selapan dan Pangkalan Lampam, sehingga total kasus di OKI kini mencapai 19 kejadian,” jelasnya.

Baca juga :   Gagal Terpilih, Eks Caleg DPRD OKI Beralih ke Bisnis Narkoba Ditangkap Polisi

Meningkatnya karhutla di OKI tidak membuat pihak BPBD OKI menjadi pesimis. Menurut Nova, situasi saat ini masih dapat dikendalikan melalui upaya pencegahan dan keterlibatan masyarakat.

Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api yang belum terpantau petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” kata Nova.

Baca juga :   Polda Sumsel Gelar Syukuran Ulang Tahun Kapolda ke-57, Suasana Penuh Kekeluargaan

Sebagai langkah antisipasi, BPBD OKI telah menempatkan satuan tugas di sembilan kecamatan yang dinilai paling rawan karhutla. Namun, Nova menegaskan penanganan bencana ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Kami membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga kecamatan, agar bersama-sama berkoordinasi dan berkolaborasi mencegah serta menanggulangi karhutla,” pungkasnya. (HWJ)

Karhutla Musim Kemarau OKI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDinkes Sumsel Catat 628 Kasus Flu Singapura, Lonjakan Terjadi Sejak Pancaroba
Next Article Herman Deru Minta Pertamina Hitung Kendaraan Luar Sumsel
alwi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,974 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,845 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,818 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?