RELUNG.ID- Politikus Ahmad Sahroni kembali menampakkan diri ke publik setelah sempat menghilang pasca memicu kemarahan masyarakat hingga aksi demonstrasi dan penjarahan rumahnya di kawasan Swasembada, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (30/8/2025).
Meski tidak hadir secara langsung, Sahroni muncul secara daring dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2025, Minggu (21/9/2025). Ia memberikan sambutan khusus sebagai Sekretaris Jenderal IMI.
Dalam sambutannya, Sahroni tampak mengenakan topi putih bundar dan kemeja biru. Ia mengaku menyesal tak bisa hadir langsung di lokasi acara.
“Saya pertama-tama mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung, dan mengucapkan terima kasih atas kerja samanya selama ini,” ucap Sahroni.
Sahroni juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus IMI periode 2020–2025 serta para senior yang dinilainya telah mendorong kemajuan olahraga otomotif nasional. Ia menegaskan dukungannya kepada Moreno Soeprapto sebagai calon Ketua Umum IMI berikutnya.
“Saya harap bapak Moreno yang saya banggakan menjadi ketua umum yang akan datang, makin hebat, makin luar biasa, dan tentunya IMI menjadi hebat yang super hebat,” ujarnya.
Menurut Sahroni, mantan pembalap nasional itu diyakini mampu membawa IMI ke level yang lebih tinggi. Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan fondasi yang sudah dibangun pengurus sebelumnya.
Menutup sambutannya, Sahroni kembali menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya yang sempat memicu kerusuhan di masyarakat.
“Tak lupa ucapkan terima kasih dan mohon maaf kalau memang ada kekurangan yang telah saya perbuat, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada semua pihak,” pungkasnya.
Namun, kemunculan Sahroni secara daring belum menjawab pertanyaan publik soal keberadaannya saat ini, apakah di Indonesia atau di luar negeri. Sejak rumahnya digeruduk massa, ia tak lagi terlihat di hadapan publik, terlebih setelah Partai NasDem menonaktifkannya sebagai anggota DPR RI.
Nama Ahmad Sahroni sebelumnya menjadi sorotan usai pernyataannya terkait kisruh kenaikan tunjangan DPR RI. Dalam sebuah kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025), ia menyebut seruan pembubaran DPR sebagai tindakan “bodoh” dan melontarkan komentar kasar terhadap para pengkritik.[YKP]

