RELUNG.ID– Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi telah berhasil dipadamkan. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan masih terdapat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam.
Laporan tersebut disampaikan Gubernur Jambi Al Haris dalam rapat penanganan karhutla yang digelar secara daring pada Senin (24/8/2026).
Dalam rapat itu, Al Haris menyampaikan bahwa tidak ada lagi titik api di wilayah Jambi. Menurutnya, titik yang masih terdeteksi merupakan hotspot atau titik panas.
Prabowo kemudian memastikan kembali kondisi tersebut kepada Al Haris.
“Sudah berkurang lagi? Tinggal 120 hotspot ya?” tanya Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026).
Prabowo lalu kembali bertanya untuk memastikan apakah masih ada titik api di Jambi.
“Jadi tidak ada titik api, tidak ada ya?” tanya Prabowo.
“Tidak Pak, tidak ada Pak,” jawab Al Haris.
“Alhamdulillah, berarti tidak ada lagi kebakaran lagi di Jambi?” ujar Prabowo.
Al Haris kembali memastikan bahwa tidak ada lagi api di wilayah Jambi.
“Kalau api, tidak ada Pak,” katanya.
“Alhamdulillah, Alhamdulillah,” kata Prabowo.
Namun, sehari setelah laporan tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi yang dilaporkan memiliki api.
Berdasarkan keterangan personel yang bertugas di lapangan, api masih ditemukan di Desa Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Api di lokasi tersebut disebut belum berhasil dipadamkan sejak Senin hingga Selasa (24-25/8/2026).
Titik api juga dilaporkan masih terdapat di Lagan Ilir, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kondisi serupa ditemukan di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, serta wilayah Rawasari dan Berbak.
“Iya, itu titik api. Api yang belum padam (bukan hotspot),” kata personel yang bertugas di lapangan.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan laporan Komandan Korem 042/Garuda Putih (Gapu), Brigjen TNI Nyamin, selaku Pelaksana Harian (Plh) Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi.
Nyamin melaporkan masih terdapat dua lokasi karhutla yang belum berhasil dipadamkan, yakni Pandan Sejahtera dan Lubuk Nagodong, Kabupaten Sarolangun.
“Per hari ini, kondisi api yang masih ada terdapat di Lubuk Nagodang, Sarolangun dan Pandan Sejahtera. Sementara di Sungai Gelam sudah padam, kemudian muncul lagi asap,” ujar Nyamin saat memberikan laporan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Tak hanya titik api, luas area yang terbakar di Jambi juga terus mengalami peningkatan.
Data hingga Selasa (25/8/2026) mencatat luas karhutla di Provinsi Jambi mencapai 916,26 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 658,29 hektare.
Artinya, terdapat penambahan luas area terbakar sekitar 257,97 hektare dalam waktu satu hari.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi Ariansyah membantah adanya perbedaan antara laporan Gubernur Jambi dan kondisi penanganan karhutla di lapangan.
Menurut Ariansyah, laporan Al Haris kepada Presiden Prabowo sudah sesuai. Ia menegaskan tidak ada lagi titik api, sedangkan yang terdeteksi saat ini merupakan hotspot.
“Enggak ada (titik api), sudah benar itu (laporan Al Haris). Yang ada hotspot dan titik api tidak ada lagi,” kata Ariansyah.
Ia menjelaskan asap yang masih terlihat di sejumlah lokasi merupakan dampak dari proses pendinginan lahan yang sebelumnya terbakar.
“Beda antara hotspot dan titik api. Saat ini pendinginan, sehingga menimbulkan banyak asap dan petugas tetap standby di lapangan agar proses pendinginan berjalan dan api tidak akan hidup kembali,” ujarnya.
Perbedaan keterangan tersebut terjadi ketika penanganan karhutla di Jambi masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.[YKP]

