RELUNG.ID – Ayah dan anak yakni Watiman (68) dengan Wardik (30) harus berurusan dengan Polres Lubuklinggau.
Pasalnya, keduanya dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar.
Akibatnya, api tersebut merembet ke lahan orang lain disebelahnya hingga akhirnya membesar menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Bobby Kusumawardhana mengatakan, kejadian ini bermula pada tanggal 18 Juli hingga 20 Juli. Mereka telah membersihkan kebun karet milik mereka yang berada di Jalan Lingkar Barat, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Namun, mereka merasa kebun karet ini tidak produktif sehingga mereka berinisiatif untuk rencana menanam kopi.
“Pelaku Watiman ini meminta anaknya agar menyalakan api dengan bambu yang ujungnya disumpal kain. Lalu bambu yang disumpal kain tersebut dimasukan kedalam tengki bahan bakar motor, baru disulut ke lahan kering hingga terbakar,” katanya.
Nahas dikarenakan angin kencang, api kemudian menjalar masuk ke kebun disebelahnya yaitu Dodi Dores. Ayah dan anak ini berusaha untuk melakukan pemadaman hingga baru padam pada pukul 21.00 WIB.
Sementara api di lahan sebelahnya belum padam hingga membuat Dodi Dores selaku pemilik lahan bersama keluarganya berusaha melakukan pemadaman.
“Api baru bisa padam sekitar pukul 00.00 WIB,” terangnya.
Kebakaran lahan ini kemudian tertangkap oleh satelit yang menginformasikan terdapat titik api (hotspot) di wilayah Lubuklinggau Utara. Polisi kemudian menyelidiki dan mengecek ke lapangan titik api tersebut.

