RELUNG.ID- Banjir melanda Kabupaten Muara Enim dan merendam 23 desa serta kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim mencatat ribuan kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan sungai yang dipicu intensitas hujan tinggi sejak awal Februari 2026.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan berdasarkan rekapitulasi data kejadian banjir periode 1–3 Februari 2026, bencana tersebut berdampak langsung pada permukiman warga dan infrastruktur di sejumlah wilayah.
“Rata-rata banjir disebabkan oleh luapan sungai. Dampaknya ratusan rumah warga terendam dan beberapa titik jalan penghubung tertutup genangan air setinggi lutut orang dewasa,” ujar Abdurrozieq, Kamis (5/2).
Selain permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum seperti kantor desa, tempat ibadah, serta fasilitas pendidikan. Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Muara Enim di Kelurahan Muara Enim, Air Lintang, dan Pasar II dengan total 70 KK terdampak. Kecamatan Benakat mencatat dampak terparah dengan 1.732 KK terdampak di Desa Padang Bindu, Pagar Jati, Betung, Pagar Dewa, dan Rami Pasai.
Di Kecamatan Belimbing, banjir merendam Desa Berugo dengan 199 KK terdampak. Kecamatan Rambang Niru mencakup Desa Jemenang, Gemawang, Tanjung Menang, Tanjung Agung, Lubuk Raman, dan Gerindam dengan total 449 KK terdampak. Kecamatan Rambang meliputi Desa Tanjung Dalam, Pagar Agung, dan Sukarami dengan 229 KK terdampak.
Sementara itu, Kecamatan Lubai Ulu di Desa Karang Agung mencatat 68 KK terdampak, dan Kecamatan Gunung Megang meliputi Desa Gunung Megang Dalam, Gunung Megang Luar, Tanjung Terang, Perjito, Lubuk Mumpo, serta Tanjung Muning dengan total 2.624 KK terdampak.
Untuk fasilitas umum, banjir menggenangi Kantor Desa Jemenang, satu mushola di Desa Pagar Agung, dua sekolah dasar di Desa Sukarami, serta satu kantor desa di Sukarami.
BPBD Muara Enim saat ini mempertahankan status siaga penuh mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan lebat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah desa, dan kecamatan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga serta pendataan dampak banjir.
“Kami juga terus berkoordinasi lintas sektor, terutama jika terjadi penutupan jalan akibat longsor, serta melakukan pembersihan gorong-gorong yang tersumbat sampah,” jelas Abdurrozieq.[NVS]

