RELUNG.ID – Sebuah mobil colt Diesel bewarna kuning dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 8161 S ditahan oleh warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Pasalnya, mobil ini mengangkut bahan bakar minyak jenis solar diduga digunakan untuk tambang emas ilegal.
Insiden bermula ketika mobil tersebut melintas di wilayah Sungai Baung dan langsung dihentikan oleh warga. Adu mulut antara masyarakat dan aparat penegak hukum (APH) pun tak terhindarkan di lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil sempat diamuk massa dan nyaris dibakar sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.
Andi, salah satu pemuda Sungai Baung, mengatakan bahwa kemarahan warga dipicu oleh kekecewaan terhadap kinerja APH, yang dinilai tidak mampu mengontrol peredaran BBM ilegal meski penjagaan sudah diperketat.
“Kami tidak percaya lagi sama APH. Penjagaan sudah ketat di pos Desa Sukomoro, tapi masih saja ada mobil pembawa minyak yang lolos. Jadi untuk apa ada pos jaga,”katanya.
Ia menambahkan, jika tidak cepat diamankan oleh pihak Dandim, kemungkinan besar mobil tersebut sudah hangus terbakar.
“Kalau tidak cepat diambil alih oleh anggota Dandim tadi malam, saya rasa mobil itu sudah jadi abu. Emosi masyarakat sudah terlalu memuncak,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Adithama, Sik, melalui Kasat Reskrim Iptu Nasirin didampingi Kanit Pidsus Ipda Hendra Kusdian membenarkan bahwa adanya mobil Colt Diesel yang distop warga di Desa Sungai Baung yang membawa bahan bakan minyak jenis solar.
“Saat ini sudah menahan mobil beserta Supir, Kernek dan pemilik minyak berinisial LA (24), MP (25) dan TR (39). Mereka merupakan pemilik minyak, supir dan kernek,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Pihaknya sedang melakukan pendalaman mengingat minyak tersebut oplosan dan bukan hasil minyak produk pertamina.
Selain itu juga pihaknya juga melakukan penyelidikan kegunaan minyak itu untuk apa. Apakah untuk tambang emas ilegal atau stacking pembukaan lahan.
“Ya kita masih dalam penyelidikan kegunaan minyak itu dan berdasarkan pengakuan dari pemilik minyak itu dipesan untuk stacking pembukaan lahan perkebunan,”jelasnya.
Ia menambahkan mobil itu mengangkut minyak sebanyak 2500 liter yang jenisnya minyak solar.
“Memang ada beberapa takmon didalam mobil tersebut, namun yang berisi hanya dua setengah tedmon,” pungkasnya. (LTM)

