RELUNG.ID– Kronologi tenggelamnya seorang mahasiswa Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, akhirnya terungkap. Korban diketahui ikut menaiki perahu nelayan untuk mencari ikan sebelum perahu yang ditumpangi terbalik usai menabrak kayu di aliran Sungai Rawas.
Korban diketahui bernama Abdul Hadi Rohmadin (21), mahasiswa semester VII Program Studi Teknologi Informasi Unpari yang merupakan warga Dusun SP 11, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara. Abdul menjadi satu-satunya korban meninggal dalam insiden yang terjadi pada Senin (27/7/2026) sore.
Sekretaris Pelaksana KKN Unpari, Riduan Febriandi, menjelaskan peristiwa bermula ketika lima mahasiswa KKN sedang berada di tepi Sungai Rawas di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo.
Saat itu, mereka bertemu dengan seorang nelayan yang sedang melintas menggunakan perahu ketek bersama anaknya yang masih duduk di bangku kelas I SD dan hendak mencari ikan.
“Mereka ketemu dengan nelayan. Nah nelayan itu bawa anak kecil kelas 1 SD. Ketemulah sama adik-adik mahasiswa orang lima. Ditanya sama mereka, ‘Mau ke mana Pak?’ Dijawab bapak itu, ‘Kami mau cari ikan.’ Lalu adik-adik ini menjawab, ‘Pak kami ikut.’ Jadi mereka itu cuma mau ikut mencari ikan,” kata Riduan, Selasa (28/7/2026).
Nelayan tersebut kemudian mengizinkan kelima mahasiswa ikut menaiki perahu. Mereka pun menyusuri aliran Sungai Rawas yang saat itu kondisi airnya sedang surut.
Namun, ketika berada di tengah sungai, perahu diduga menabrak sebatang kayu besar yang berada di dalam air. Benturan tersebut membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
“Air sungai saat itu sedang surut. Ketika berada di tengah sungai, perahu diduga menabrak kayu besar sehingga oleng dan terbalik,” jelasnya.
Seluruh penumpang tercebur ke sungai. Empat mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sementara Abdul Hadi mengalami kesulitan karena tidak memiliki kemampuan berenang.
Riduan mengungkapkan, salah seorang mahasiswa yang mampu berenang sempat berusaha menyelamatkan korban dengan meminta Abdul Hadi berpegangan pada perahu yang terbalik.
“Korban memang tidak bisa berenang informasinya. Ada satu mahasiswa yang bisa berenang. Yang bisa berenang inilah yang menyelamatkan korban. Korban sempat diminta memegang biduk, namun ketika rekannya kembali lagi, korban sudah tidak ada lagi, sudah hilang tenggelam,” ungkapnya.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Karang Dapo bersama pemerintah desa, tim gabungan, dan masyarakat langsung melakukan pencarian.
Korban akhirnya ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Karang Dapo sebelum dibawa ke rumah duka di Dusun SP 11, Kecamatan Nibung.
Pada Selasa (28/7/2026), Abdul Hadi dimakamkan di kampung halamannya. Prosesi pemakaman dihadiri keluarga, rekan mahasiswa, para dosen, hingga Rektor Unpari.
Sementara itu, pihak kampus masih menunggu keputusan pimpinan terkait kelanjutan pelaksanaan KKN di Muratara. Program KKN yang diikuti sekitar 200 mahasiswa di 20 desa tersebut sejatinya tinggal menyisakan 11 hari sebelum berakhir.
“Kalau sementara ini saya belum dengar putusan dari Pak Rektor. Kemungkinan setelah bertemu kepala desa, camat, dan pihak kepolisian, baru akan diputuskan apakah KKN dilanjutkan atau mahasiswa ditarik. Untuk sementara keputusan ada di pimpinan,” tutup Riduan.[NSR]

