RELUNG.ID – Asal asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut menyebar dari Sumatera Selatan (Sumsel) ke wilayah lain belum dapat dipastikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel menyebut belum memiliki perangkat yang dapat memastikan secara langsung jalur pergerakan asap tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan pihaknya memang menerima informasi mengenai dugaan asap dari Sumsel yang bergerak hingga ke provinsi tetangga, bahkan disebut mencapai Malaysia dan Singapura.
Namun, informasi tersebut belum bisa dipastikan berdasarkan pemantauan meteorologi.
“Iya kami dengar begitu juga (asap dari Sumsel ke provinsi tetangga), tapi kami tidak punya tool untuk memastikan,” kata Wandayantolis, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, keberadaan asap di suatu wilayah belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sumbernya berasal dari Sumsel. Pasalnya, titik panas juga ditemukan di sejumlah provinsi lain yang berada di sekitar Sumsel.
“Belum tentu yang dari Sumsel, karena hotspot terpantau di Jambi dan Riau juga,” ujarnya.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menanggapi isu asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayahnya yang disebut menyebar hingga ke provinsi tetangga.
Alih-alih langsung membenarkan atau membantah, Deru mempertanyakan dasar yang digunakan untuk memastikan bahwa asap yang menyebar ke wilayah lain memang berasal dari Sumsel.
“Saya pikir, susah saya menanggapinya. Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel?” kata Deru saat ditemui, Rabu (16/9/2026).
Deru kemudian melontarkan sindiran untuk menggambarkan sulitnya mengidentifikasi asal asap yang bergerak terbawa angin.
“Ada BG-nya (pelat kendaraan) apa? BG sekian asapnya?” ujarnya.
Menurut Deru, persoalan asal asap tidak bisa dilepaskan dari kondisi angin dan pergerakan asap setelah kebakaran terjadi. Karena itu, ia menilai perlu ada dasar yang jelas sebelum menyimpulkan sumber asap berasal dari wilayah tertentu. (THQ)

