Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Bukan Lagi Soal Palembang, Udara Tak Sehat Mulai Menyebar ke Lima Daerah Sumsel
Regional

Bukan Lagi Soal Palembang, Udara Tak Sehat Mulai Menyebar ke Lima Daerah Sumsel

alwiBy alwi12/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kabut asap di kota Palembang, Sumatera Selatan mulai terlihat dampak dari kebakaran hutan dan lahan, Rabu (12/8/2026). (Toriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penurunan kualitas udara di Sumatera Selatan mulai menunjukkan pola yang berbeda dibandingkan krisis kabut asap pada 2023.

Jika tiga tahun lalu asap karhutla banyak dikaitkan dengan kiriman dari kawasan OKI, kini udara tidak sehat justru muncul di sejumlah daerah secara bersamaan.

Baca juga :   Menhut: Karhutla Turun Drastis, Tapi Waspada Hingga September

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 11 Agustus 2026 mencatat lima daerah di Sumsel berada dalam kategori tidak sehat. Kelima wilayah tersebut yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas, Palembang, Lahat dan Prabumulih.

PALI menjadi daerah dengan angka ISPU tertinggi, yakni 168. Selanjutnya Musi Rawas 131, Palembang 115, Lahat 110 dan Prabumulih 108.

Kategori tidak sehat berada pada rentang ISPU 101-200. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara sudah dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Baca juga :   Rayi RAN Ajak Wujudkan Sekolah Layak untuk Anak-Anak Pedalaman Sumsel di Hari Ulang Tahunnya ke-38

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel, Rezawahya, mengatakan penurunan kualitas udara kini tidak lagi terkonsentrasi di satu kawasan.

“Data ISPU kita ada di beberapa daerah, PALI, Prabumulih, Muba, Ogan Ilir, dan Musi Rawas. Saat ini kondisi udara bukan hanya terjadi di OKI atau Palembang saja, tapi merata di daerah lain,” ujar Rezawahya, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, pola sebaran tahun ini berbeda dengan kondisi 2023. Kala itu, asap dari karhutla di OKI banyak terbawa angin dan kemudian memengaruhi daerah lain.

Baca juga :   PKB Terbuka Jajaki Koalisi Setelah Heri Amalindo Mundur dari Pilgub Sumsel

“Kalau di 2023 kebanyakan asap terbawa angin dari OKI, kalau tahun ini tidak terpusat tapi rata,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penurunan kualitas udara terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas karhutla.

Rezawahya mengatakan bertambahnya titik api dari hari ke hari, minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir, serta kebakaran yang terjadi di lahan gambut dan mineral dapat membuat kualitas udara semakin tertekan.

Baca juga :   Kasus Meninggal COVID-19 di Sumsel Bertambah 3 Orang di Januari 2024

“Kalau dilihat dari jumlah titik api yang terus bertambah tiap hari dan diikuti oleh hujan yang belum turun sudah hampir tiga minggu lebih, dan juga karhutlah sudah ada yang di lahan gambut dan mineral, maka kemungkinan kualitas udara akan menurun secara perlahan,” jelasnya.

Artinya, persoalan kualitas udara tidak hanya bergantung pada kondisi di satu kabupaten. Ketika titik kebakaran muncul secara tersebar, asap yang dihasilkan juga berpotensi memengaruhi lebih banyak wilayah.

“Kondisi tersebut juga membuat angka ISPU dapat berubah sepanjang hari. Pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang menentukan kepekatan kabut asap yang dirasakan masyarakat,”kata dia.

Baca juga :   Harga Anjlok, Perekonomian Petani Karet Terpuruk

Rezawahya menjelaskan kabut asap umumnya lebih terasa pada pagi hari. Kondisi tersebut kemudian berangsur berkurang ketika angin mulai bergerak pada pagi menjelang siang.

“Biasanya memasuki pukul 8-10 angin mulai bergerak, sehingga ada pengurangan kepekatan kabut asap. Itu pengaruh arah mata angin saja,” tutupnya. (THQ)

Kabut Asap Karhutla Kualitas udara Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRampas Ponsel yang Sudah Dijual, Pemuda di Palembang Nekat Tusuk Korban
Next Article KSP Dorong Percepatan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat di Muba, Targetkan Produksi Nasional Meningkat
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,774 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,746 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?