Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Dana Pusat Turun Rp480 Miliar, Palembang Kencangkan Sabuk Anggaran 2026

Politik

Dana Pusat Turun Rp480 Miliar, Palembang Kencangkan Sabuk Anggaran 2026


RiyadiBy Riyadi08/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Ahmad Nashir. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Pemerintah Kota Palembang bersiap melakukan penyesuaian dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Langkah ini diambil menyusul turunnya dana transfer dari pemerintah pusat hingga mencapai Rp480 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Ahmad Nashir, mengatakan penurunan dana transfer ini tidak hanya dialami Palembang, tetapi juga hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Baca juga :   Peringati Hari Santri Nasional, Lucianty Umumkan Program Kemandirian untuk Pesantren di Muba

“Dana transfer dari pusat turun cukup signifikan. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengelola anggaran secara bijak, efisien, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Nashir, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan, dana transfer dari pusat yang pada tahun 2025 mencapai Rp2,4 triliun, diperkirakan pada 2026 hanya sekitar Rp1,998 triliun. Meski terjadi penurunan cukup besar, Pemkot Palembang memastikan program prioritas tetap berjalan.

“Belanja wajib seperti program berobat gratis (UHC), pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Baca juga :   DKPP Pecat Anggota KPU OKU Timur, Terbukti Selingkuh dengan PPK dan Lakukan Pungli

Untuk menjaga stabilitas fiskal, Pemkot Palembang akanmengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus mengefisiensikan belanja di sektor-sektor yang bersifat penunjang.

“Pos yang akan dihemat antara lain perjalanan dinas, pembelian alat tulis kantor, dan perlengkapan operasional. Tapi pelayanan dasar masyarakat tidak akan terganggu,” jelas Nashir.

Selain efisiensi, pemerintah juga tengah melakukan rekonsiliasi anggaran belanja pegawai, termasuk gaji dan tunjangan ASN serta PPPK yang termasuk kategori belanja wajib. Namun, Nashir mengakui masih ada tantangan dalam memenuhi ketentuan mandatory spending, yakni alokasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD.

Baca juga :   Besok, 45 Anggota DPRD Muara Enim Lakukan Pilwabup

“Ini memang tidak mudah. Kami harus memastikan porsi anggaran untuk pembangunan tetap proporsional,” ujarnya.

Meski menghadapi penurunan dana pusat, Nashir menegaskan kondisi kemandirian fiskal Kota Palembang masih tergolong baik. Saat ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mampu menutup sekitar 40 persen dari total belanja daerah, mendekati ambang batas 50 persen untuk kategori daerah mandiri.

Pada tahun 2025, dari total APBD sebesar Rp5,2 triliun, kontribusi PAD mencapai Rp2,2 triliun, Sektor jasa, perdagangan, dan industri menjadi sumber utama pendapatan daerah, dengan pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, PBB, dan BPHTB sebagai penyumbang terbesar.

Baca juga :   APBD Perubahan Sumsel Turun Jadi Rp9,53 Triliun

“Target pajak daerah tahun ini sebesar Rp1,8 triliun, ditambah dengan potensi tambahan dari opsen PKB dan BPHTB,” kata Nashir.

Ia menegaskan, meski harus mengetatkan anggaran, Pemkot Palembang tetap berkomitmen menjaga pelayanan publik agar tidak terdampak.

“Prinsipnya, masyarakat tidak boleh dirugikan. Efisiensi dilakukan untuk memperkuat pondasi fiskal, bukan mengurangi manfaat yang diterima warga,” tutupnya. [DSK]

Dana Pusat Dana Transfer Palembang Sabuk Anggaran Turun
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTerbitkan Aturan Baru, Pemerintah Buka Akses Kelola Tambang untuk Koperasi dan Ormas Keagamaan
Next Article Musik Malam Dilarang, Pengusaha Organ Tunggal di Pagar Alam Minta Kapolres Berlaku Adil

Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,932 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,802 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,775 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?