RELUNG.ID – Disdukcapil Muratara terus berupaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat melalui program jemput bola dan sosialisasi di tujuh kecamatan.
Program tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan tertib, terutama masyarakat yang mengalami kendala mobilitas maupun terdampak bencana banjir.
Kepala Disdukcapil Muratara melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Ria Anggraini mengatakan, pelayanan jemput bola merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat.
“Program ini dilakukan langsung ke desa, kelurahan, sekolah, hingga komunitas agar masyarakat lebih mudah mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Saat ini, pelayanan difokuskan di Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya. Menurut Ria, banyak warga kehilangan dokumen penting pascabanjir sehingga membutuhkan pelayanan cepat dari Disdukcapil.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen seperti perekaman KTP elektronik, pembuatan kartu keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
“Dengan sistem jemput bola ini masyarakat sangat terbantu karena pelayanan langsung hadir di wilayah mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, program serupa akan dilanjutkan secara bertahap ke enam kecamatan lainnya di Kabupaten Muratara. Pelaksanaan dilakukan menyesuaikan dengan keterbatasan jumlah pegawai yang tersedia.
Selain memberikan pelayanan, Disdukcapil juga melakukan sosialisasi pentingnya administrasi kependudukan yang tertib dan akurat.
Menurut Ria, dokumen kependudukan memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan hingga pengurusan BPJS.
“Dokumen kependudukan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu kami berupaya agar seluruh masyarakat memiliki dokumen yang lengkap,” jelasnya.
Melalui program jemput bola ini, Disdukcapil Muratara berharap tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya masyarakat yang berada di wilayah terpencil atau memiliki keterbatasan akses transportasi. (LTM)

