RELUNG.ID – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama Director Investment Danantara Indonesia, Fadli Rahman, meninjau langsung progres pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kertapati, Senin (20/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan proyek strategis nasional tersebut, yang kini telah masuk dalam skema Perpres 109/2025 sebagai pembaruan dari kebijakan sebelumnya.
Fadli Rahman menjelaskan, proyek PSEL merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pengelolaan sampah sebagai isu prioritas nasional.
Menurutnya, Palembang menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk bertransformasi menuju sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.
“Kami bergerak cepat bersama pemerintah daerah untuk memastikan transisi ini selesai tahun ini. Harapannya, pengelolaan sampah menjadi lebih efektif, lingkungan semakin bersih, dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Fadli.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menegaskan bahwa meskipun proyek ini berskala nasional, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Dia menyebutkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 81 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan serta penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.
Selain itu, pemerintah kota mendorong keterlibatan pelaku usaha kecil dan penyediaan fasilitas edukasi bagi pelajar untuk mempelajari pengelolaan sampah modern.
“Ke depan, kami ingin PSEL ini tidak hanya menjadi sumber energi listrik dari limbah, tetapi juga pusat edukasi dan kebanggaan masyarakat Palembang,” kata Ratu Dewa.
Dari pihak pengembang, PT Indo Green Power melalui manajernya, Satriawan Ming, menyampaikan komitmen untuk mempercepat pembangunan. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang dinilai sangat solid.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang, Akhmad Mustain, optimistis target operasional dapat tercapai melalui kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Ogan Ilir dan Banyuasin.
“Potensi pasokan sampah dari wilayah tersebut cukup besar untuk mendukung operasional PSEL,” tutupnya. (LWM)

