Perusahaan makin yakin dengan kinerja keduanya setelah berhasil menemukan perwakilan mereka dengan Wali Kota Palembang, Harnojoyo pada tanggal 20 Februari 2023.
Bahkan, dalam audiensi tersebut hadir sejumlah pejabat. Seperti Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fenty Aprina dan jajaran lainnya.
Di pertemuan itu, PM memperkenalkan Novi yang mewakili perusahaan kepada Wali Kota Harnojoyo. PM menyebut Novi sebagai orang yang akan memback up proyek alkes.
Karena yakin setelah bertemu langsung dengan Harnojoyo, perusahaan lalu memberikan cek sebanyak dua lembar dengan total nilai sebesar Rp404.500.000. Sehingga, nilai totalnya mencapai Rp1.124.500.000 (1,1 miliar) kepada keduanya.
Sayangnya, setelah menerima rentetan dana titipan tersebut, proyek tersebut tak kunjung ditender. Melihat ketidakjelasan ini, perusahaan pada 16 April membuat surat permintaan untuk pengembalian dana 50 persen apabila pekerjaan yang dijanjikan belum dapat terlaksana.
“Kami dijanjikan oleh PM dan DP ini akan dikembalikan 50 persen di akhir Bulan Juli,” katanya.
Namun, hingga akhir bulan tidak ada tanda-tanda pengembalian dana. Sehingga, pada 27 Juli 2023, perusahaan melalui Hengki mendatangi langsung Wali Kota Palembang, Harnojoyo di Rumah Dinas Jl Tasik. Dia melaporkan kronologis tersebut kepada Wali Kota.
Mendengar cerita itu, Harnojoyo lalu memerintahkan sekretaris pribadinya bernama Kiki untuk memanggil PM dan DP. Keduanya diminta untuk menyelesaikan masalah itu.
“Karena tidak ada tanda-tanda untuk diselesaikan, kami lalu melapor ke Polres Jakarta Barat,” ucapnya.

