RELUNG.ID – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Azawani (64), pria lanjut usia yang dilaporkan terjun ke Sungai Musi dari Jembatan Musi IV Palembang, Rabu (21/10/2026) sore.
Korban ditemukan mengapung di perairan Sungai Musi, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian.
Saat ditemukan, Azawani sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban ke daratan sebelum membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan penemuan korban merupakan hasil pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur SAR dengan dukungan personel dan sarana pendukung di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah, setelah upaya pencarian yang dilakukan bersama seluruh unsur SAR gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Raymond, Jumat (23/10/2026).
Raymond menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh personel SAR gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban ditemukan.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan,” tuturnya.
Selama operasi berlangsung, tim gabungan melakukan penyisiran permukaan Sungai Musi secara visual dengan luas area pencarian sekitar enam kilometer persegi. Area tersebut dibagi menjadi dua sektor untuk memaksimalkan upaya pencarian.
Penyisiran dilakukan menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet. Operasi ini melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, PMPB, PMI, serta masyarakat setempat.
Setelah korban ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai. Raymond pun mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan lainnya.
Ia meminta warga memperhatikan kondisi arus dan menghindari tindakan berisiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
“Masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi arus, mengutamakan keselamatan, serta menghindari tindakan berisiko yang dapat membahayakan jiwa,” tutupnya. (FZP)

