RELUNG.ID- Fakta mengenai Susanah (36), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang namanya disebut Presiden Prabowo Subianto terkait upah Rp700 ribu per kilogram dari mengupas bawang, akhirnya terungkap.
Susanah ternyata bukan buruh pengupas bawang seperti kabar yang terlanjur beredar luas. Ibu tiga anak itu diketahui menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan, yakni menjahit kain majun dan menjadi buruh pencuci ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi tersebut terungkap setelah dilakukan penelusuran langsung ke kediaman Susanah. Keluarga membantah Susanah bekerja sebagai pengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu per kilogram.
Pekerjaan menjahit kain majun yang dilakoni Susanah pun baru dijalaninya sekitar satu bulan. Kain majun tersebut merupakan sisa kain konveksi yang dijadikan lap.
Usaha itu bukan milik Susanah. Pekerjaan tersebut merupakan milik seorang warga bernama Pak Ali yang mempekerjakan Susanah bersama anggota keluarganya.
Upah yang diterima pekerja dihitung berdasarkan berat kain yang berhasil dijahit, yakni Rp700 per kilogram.
Kakak Susanah, Yuliana, mengatakan selama sekitar satu bulan terakhir, keluarganya mengerjakan sekitar tiga kuintal atau 300 kilogram kain.
“Iya punya Pak Ali. Dia juga sama kuli-kuli juga kuli jahit,” kata Yuliana, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, jumlah penghasilan yang diterima Susanah belum dapat dipastikan secara pasti karena pekerjaan tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Namun, jika dihitung berdasarkan total 300 kilogram kain dengan upah Rp700 per kilogram, nilainya sekitar Rp210 ribu.
“Untuk pendapatan sebulannya belum tahu. Karena kan baru sebulan. Tapi, ini tiga kwintal,” ujarnya.
Dengan demikian, angka Rp700 ribu yang sebelumnya dikaitkan dengan penghasilan Susanah berbeda jauh dengan kondisi sebenarnya. Upah yang diterimanya dari pekerjaan menjahit kain majun hanya Rp700 per kilogram.
Pekerjaan tersebut dikerjakan di teras rumah Susanah yang sederhana. Anggota keluarga turut membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan pembagian tugas masing-masing.
Kakak ipar Susanah, Wina, mengatakan pekerjaan menjahit kain majun dilakukan bersama sejumlah anggota keluarga.
“Ya semuanya ini keluarga juga. Ada yang ngerapihin dan kalau Susanah menjahit kebagiannya,” jelas Wina.
Kabar mengenai Susanah sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram juga membuat pemerintah Desa Situsari terkejut.
Kepala Desa Situsari Muhammad Dahlan menegaskan tidak mengetahui adanya warga di wilayahnya yang bekerja sebagai pengupas bawang, termasuk Susanah.
“Kalau warga di Situsari memang beragam. Tapi, tidak ada yang mengupas bawang kerjanya. Termasuk juga Susanah yang sedang viral,” tutur Dahlan saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026).
Dahlan mengaku mengetahui kabar Susanah setelah informasi tersebut ramai di media sosial. Ia pun mengaku terkejut ketika mendengar Susanah disebut mendapatkan upah Rp700 ribu.
“Iya saya sudah tahu dari medsos. Cuman saya kaget juga karena dapat upah besar seperti itu,” katanya.
Menurut Dahlan, mayoritas warga Desa Situsari bekerja sebagai buruh pabrik maupun pekerja serabutan.
“Ya kebanyakan memang di pabrik. Atau serabutan juga. Apa aja warga Situsari dikerjakan yang penting ada kerjaannya,” ujarnya.
Dahlan juga membenarkan bahwa Susanah merupakan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.
“Memang sudah terdata Susanah adalah PKH. Sering dapat bantuan juga,” tegasnya.
Saat penelusuran dilakukan, Susanah tidak berada di rumah. Ia diketahui sedang berada di Jakarta bersama suaminya sejak Rabu untuk memenuhi undangan menghadiri Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wina mengatakan Susanah diperkirakan baru kembali ke rumah pada Selasa.
“Sekarang masih di Jakarta dari hari Rabu lalu. Baru pulang informasi yang saya dengar sih hari Selasa nanti,” pungkas Wina.
Kediaman Susanah berada di kawasan permukiman padat penduduk. Rumah tersebut terlihat sederhana dengan dinding yang belum seluruhnya diplester, tiang kanopi kayu, serta lantai teras yang digunakan untuk menaruh tumpukan kain majun dan mesin jahit.
Sebelumnya, nama Susanah menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut kisah seorang perempuan yang disebut memperoleh penghasilan Rp700 ribu per kilogram dari pekerjaan mengupas bawang.
Namun, berdasarkan keterangan keluarga dan pemerintah desa, Susanah yang disebut dalam kabar tersebut justru bukan buruh pengupas bawang. Ia menjalani pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk menjahit kain majun dan mencuci ompreng MBG.[YKP]

