RELUNG.ID – Video ucapan selamat Milad ke-5 Ma’had Pesantren Azahra yang diunggah melalui akun Instagram pribadi Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam (@primasalam), menuai sorotan publik.
Dalam video tersebut, Prima Salam menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar pesantren sekaligus mengaku sebagai murid dari Ustadz Abdul Somad saat berada di Palembang.
Namun, cara penyampaian pesan yang ditampilkan dalam video itu justru memantik berbagai komentar dari masyarakat.
Sejumlah warganet menilai artikulasi, intonasi, serta gaya bicara Prima Salam terdengar tidak seperti biasanya. Bahkan sebagian menyebut penyampaiannya terkesan seperti orang yang kurang sehat.
“Sepertinya kesehatan beliau agak kurang fit, semoga diberikan kesehatan beliau,” tulis akun @mumus_indah _almira.
“Agak kurusan, sehat selalu pak wawako,” tambah akun @kiagus.khadapi
Sementara akun @ericklitus juga ikut menuliskan di kolom komentar. “Payo min dak usah di upload kalu sekiro hasilnyo cak itu, lum sehat nian caknyo wawako tuh….Nimbulke komentar beragam,” tulisnya
Sorotan tersebut mendapat tanggapan dari pengamat politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar. Menurutnya, sebagai pejabat publik yang menduduki jabatan Wakil Wali Kota Palembang, kemampuan komunikasi merupakan aspek mendasar yang tidak boleh dianggap remeh.
“Komunikasi verbal seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah itu sangat penting. Apa yang disampaikan kepada publik harus jelas, mudah dipahami, dan mencerminkan kapasitas seorang pemimpin,” kata Bagindo Togar saat dimintai tanggapan, Rabu (3/6/2026).
Bagindo menilai kualitas komunikasi yang ditampilkan dalam video tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyampaian pesan kepada masyarakat.
“Kalau kita melihat videonya, artikulasi dan intonasinya sangat buruk. Bahkan dianatra kepala daerah di Sumsel, Prima Salam ini mungkin yang paling buruk dalam komunikasi verbal. Ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas komunikasi publik yang dimiliki seorang pejabat daerah,” ujarnya.
Menurut Bagindo, jabatan publik menuntut kemampuan berbicara yang baik karena setiap pernyataan yang disampaikan akan menjadi konsumsi masyarakat luas.
“Publik sekarang sangat kritis. Mereka bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pemimpinnya dari cara berbicara, menyampaikan gagasan, maupun menjelaskan program kerja. Karena itu kemampuan komunikasi tidak bisa dianggap sepele,” katanya.
Ia menambahkan, ucapan selamat yang disampaikan kepada sebuah lembaga pendidikan agama semestinya dipersiapkan dengan lebih baik mengingat pesantren merupakan institusi yang memiliki posisi penting di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar video formalitas. Yang diberikan ucapan adalah lembaga pendidikan agama. Seharusnya pesan yang disampaikan memiliki bobot, disampaikan dengan baik, dan menunjukkan penghormatan terhadap institusi yang sedang memperingati hari jadinya,” ujar Bagindo.
Menurutnya, jika terdapat kelemahan dalam kemampuan komunikasi publik, maka hal tersebut masih dapat diperbaiki melalui pelatihan dan pembiasaan.
“Justru karena menjabat sebagai wakil wali kota, tuntutan untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi menjadi semakin penting,” tegasnya. (YSF)

