RELUNG.ID – Bupati OKU Timur, Lanosin, mengingatkan bahwa kemajuan suatu daerah pasti diiringi berbagai tantangan.
Namun, ia optimis jika nilai-nilai kemuliaan sudah tertanam kuat di hati Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat, maka hal-hal negatif yang mengiringi kemajuan tersebut akan otomatis ditinggalkan.
“Ketika kemajuan terwujud, maka akan diiringi hal-hal negatif yang mengikuti. Akan tetapi, kita harus tetap menatap ke depan. Kalau kemuliaan sudah tertanam di hati, maka hal negatif tersebut otomatis akan ditinggalkan,” kata Lanosin dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Muttaqin Martapura, Selasa (24/2/2026) malam.
Bupati Lanosin juga mengatakan, safari ramadan bukan sekadar acara seremonial tahunan, akan tetapi momen ini digunakan sebagai sarana evaluasi pembangunan daerah.
“Makna dari safari ramadan, selain untuk bersilaturahmi, juga untuk mengevaluasi perihal apa yang akan kita lakukan di tahun berikutnya. Ini penting karena kita memiliki konsep ‘Maju dan Lebih Mulia’, serta kita juga punya tanggung jawab besar kepada masyarakat,” ujar Enos.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda OKU Timur, Sigit Pramono menambahkan, kegiatan Safari Ramadan 2026 ini merupakan perwujudan dari visi kemuliaan yang diusung pemerintah daerah.
“Pada kegiatan ini, kita menyalurkan berbagai bantuan sosial yang menyentuh langsung para pejuang agama dan kaum dhuafa. Mulai dari insentif guru ngaji, pengajar PPUKD, pengurus jenazah, penjaga makam sampai bantuan operasional untuk pondok pesantren dan sembako untuk anak yatim piatu,” pungkasnya. (MZN)

