RELUNG.ID – Bocah perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang sempat dilaporkan hilang oleh ibunya ke Polres Lubuklinggau akhirnya ditemukan.
Bocah inisial SA (7) tersebut ditemukan dalam kondisi selamat oleh kepolisian setempat di semak-semak pinggir jalan daerah Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim. SA saat ditemukan bersama dengan Ayah kandungnya yang diduga memiliki penyakit gangguan mental skizofrenia.
Hal itu diungkapkan Laura selaku Ibu dari SA. Menurutnya, ia dengan Ayah kandung SA sudah lama bercerai. Saat ini sambungnya, SA sudah berada di rumahnya di Lubuklinggau.
“Sekarang anak saya sudah di rumah dan laporan kehilangan sudah saya cabut barusan,” kata Laura dikonfirmasi pada Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kronologi awal SA dikabarkan hilang pada Jumat, 23 Oktober 2026. Awalnya SA berangkat pergi ke sekolahnya di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan diantar oleh Omnya
Setelah diantar, lalu Omnya pulang. Saat SA masuk ke gerbang sekolah, tiba-tiba Ayah kandungnya inisial MFK datang dan menjemput SA. Sehingga SA tidak jadi masuk sekolah.
“Nah baru tahunya saat Omnya datang mau jemput ke sekolah,” ujarnya.
Dimana saat dijemput oleh Omnya, ternyata SA tidak ada di sekolah. Sehingga hal tersebut membuat Omnya dan pihak keluarga yang lain panik, laku mencari SA sampai keliling di Lubuklinggau.
“Karena tidak ketemu dan sudah 24 jam, akhirnya saya membuat laporan ke Polres Lubuklinggau pada Sabtu, 24 Oktober 2026,” ujarnya.
Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, Laura mendapat laporan kalau anaknya sudah ditemukan di Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.
“Kami dapat telepon dari Polsek Rambang Niru, Muara Enim kalau anak saya ditemukan bersama Bapaknya di semak-semak pinggir jalan. Lalu saya dan keluarga mantan suami saya langsung datang untuk menjemput,” ungkapnya.
Hingga kemudian SA di jemput dan menceritakan awal kronologi. Dimana SA mengaku, awalnya dia diajak berjalan kaki oleh Ayahnya. Setelah itu SA bersama Ayahnya naik mobil travel menuju Palembang.
“Sesampai di Palembang, Bapaknya ini mencari tempat kerja saya dulu. Ternyata kantor itu sudah pindah, sehingga mereka menginap di sebuah kontrakan,” jelas Laura.
Selanjutnya pada Sabtu pagi, keduanya kembali ke Lubukinggau lantaran SA ingin pulang. Sehingga mereka berangkat menggunakan mobil travel. Saat di perjalanan, MFK tiba-tiba meminta turun di sebuah warung di wilayah Lahat.
“Disana, bapaknya ditanya pemilik warung mau ke mana. Dia bilang mau ke Lubuklinggau, tetapi akhirnya tidak jadi dan mau kembali ke Palembang bersama anak saya,” bebernya.
“Karena melihat dia sambil menggendong anak saya, pemilik warung tadi jadi iba dan mengantarkan mereka ke tempat travel lain yang melayani perjalanan menuju Palembang,” timpalnya.
Namun saat berada di dalam travel, kata Laura, MFK disebut merokok hingga mendapat teguran dari sopir. Setelah terjadi keributan, keduanya diturunkan di wilayah Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.
Setelah diturunkan dari travel, MFK dan SA melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki hingga tiba-tiba mereka dikejar anjing dan keduanya terjatuh ke semak-semak di pinggir jalan,
“Pemilik anjing melihat anjingnya menggonggong ke arah anak saya. Kemudian dia langsung melapor ke Polsek Rambang Niru hingga akhirnya saya mendapat kabar bahwa anak saya ditemukan,” katanya.
Laura mengungkapkan dirinya dan MFK telah bercerai sejak tahun 2024. Ia juga menyebut mantan suaminya memiliki riwayat penyakit skizofrenia.
“Mantan suami saya memang ada penyakit skizofrenia dan kami sudah lama bercerai. Sekarang MFK sudah dijemput sama keluarganya,” pungkasnya. (NSR)

