RELUNG.ID– Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengisyaratkan akan menghentikan program bantuan hukum gratis Hotman 911 yang selama ini dikenal memberikan pendampingan kepada masyarakat kurang mampu.
Keputusan tersebut disebut bukan dipicu tudingan bahwa program itu hanya menjadi ajang pencitraan, melainkan karena kesibukannya menangani klien bisnis.
Pernyataan itu disampaikan Hotman melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang diunggah pada Jumat (7/8/2026). Menurutnya, aktivitas menangani perkara melalui Hotman 911 membuat waktu yang dimilikinya untuk melayani klien pengusaha semakin terbatas.
“Tapi Hotman dalam waktu dekat akan hentikan kegiatan Hotman 911. Terlalu banyak klien pengusaha mengeluh karena waktu Hotman terbatas. Ayo pengacara siapa yang gantikan. Syaratnya harus pengacara top demi No Viral No Justice,” tulis Hotman.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah putranya, Frank Alexander Hutapea, sebelumnya mengkritik program Hotman 911 dan menyebutnya sebagai bentuk pencitraan yang memanfaatkan masyarakat miskin. Hotman menegaskan, rencana penghentian program sama sekali tidak berkaitan dengan tudingan tersebut.
Dalam unggahan lainnya, Hotman mengaku mulai mencari sosok pengacara yang dinilai mampu melanjutkan program bantuan hukum itu. Menurutnya, penerus Hotman 911 tidak hanya harus memiliki kemampuan hukum yang mumpuni, tetapi juga pengalaman dalam menangani perkara-perkara besar.
“Siapa pengacara top yang bisa gantikan Hotman 911 karena dalam waktu dekat Hotman 911 akan dihentikan. Syaratnya harus pengacara top agar mampu menciptakan No Viral No Justice,” tulisnya.
Hotman menilai slogan No Viral No Justice selama ini terbukti efektif menarik perhatian publik terhadap berbagai perkara yang membutuhkan pengawasan luas sehingga proses penegakan hukum berjalan lebih maksimal.
Selain itu, ia menekankan calon penerus Hotman 911 juga harus memiliki kemampuan finansial yang memadai. Sebab, pemberian bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, mulai dari transportasi hingga menghadirkan saksi ahli dalam persidangan.
“Syarat kedua harus pengacara kaya karena bantuan hukum perlu biaya seperti transportasi dan biaya para ahli untuk persidangan yang tidak mungkin dibayar oleh keluarga korban yang miskin,” ujarnya.
Sebagai contoh, Hotman mengungkapkan tim Hotman 911 pernah mengeluarkan biaya besar untuk menghadirkan sejumlah ahli dalam persidangan kasus pembunuhan Radiet di Mataram.
Selama berjalan, Hotman 911 telah mendampingi berbagai kasus yang menjadi perhatian publik. Program tersebut dikenal memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh akses keadilan, sekaligus mendorong sejumlah perkara mendapatkan perhatian aparat penegak hukum setelah menjadi viral.
Meski telah menyatakan keinginannya menghentikan program tersebut, Hotman belum memastikan kapan Hotman 911 akan resmi berakhir. Ia membuka peluang bagi pengacara lain untuk melanjutkan program itu, dengan syarat memiliki kualitas, pengalaman, serta kemampuan finansial yang memadai agar semangat memberikan bantuan hukum kepada masyarakat tetap berlanjut.[YKP]

