RELUNG.ID– Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyatakan akan membiayai pendidikan anak dari KD, pria yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Komitmen tersebut disampaikan Hotman Paris melalui unggahan di akun media sosial pribadinya setelah melihat video viral yang memperlihatkan anak perempuan KD menangis histeris di samping jenazah sang ayah.
Dalam unggahannya, Hotman mengaku tersentuh melihat kesedihan bocah tersebut yang terus memanggil ayahnya saat prosesi pemakaman berlangsung.
“Hotman akan bayarin uang sekolahmu dik!,” tulis Hotman Paris dalam unggahannya.
Selain menjanjikan bantuan pendidikan, Hotman juga membagikan tangkapan layar dua pemberitaan yang menurutnya sama-sama menggambarkan besarnya kasih sayang seorang anak kepada orang tua.
Berita pertama mengisahkan seorang anak di Sulawesi Utara yang menangis setelah ayahnya diejek karena kondisi ekonomi keluarga. Sementara berita kedua menyoroti tragedi di Bali, ketika seorang anak kehilangan ayahnya yang meninggal dunia usai diduga dikeroyok massa karena dituduh mencuri seekor ayam.
Melalui unggahan tersebut, Hotman menyampaikan pesan agar setiap anak menghargai perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi keluarga.
“Jika orang tuamu bekerja keras dan mampu memberikanmu kehidupan yang layak bahkan mewah, janganlah menjadi anak durhaka,” tulisnya.
Unggahan Hotman Paris itu kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian memberikan apresiasi atas kepeduliannya terhadap anak korban, sementara sebagian lainnya mengaitkan pesan tersebut dengan hubungan pribadi Hotman bersama putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea, yang belakangan dikabarkan merenggang.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan anak perempuan KD menangis di samping jenazah ayahnya viral di berbagai platform media sosial. Dalam video itu, bocah tersebut terus memanggil sang ayah sambil menangis dan berharap ayahnya kembali.
Peristiwa tragis itu bermula ketika KD diduga kepergok hendak mencuri seekor ayam milik warga pada Kamis dini hari. Warga yang memergoki aksi tersebut kemudian mengamankan KD, namun situasi berubah menjadi aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Selain itu, sepeda motor yang diduga digunakan KD juga dibakar massa.
Polda Bali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana dan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki dugaan pengeroyokan yang menewaskan KD serta mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.[YKP]

