RELUNG.ID – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang menunjukkan peningkatan di musim kemarau ini
Berdasarkan data, sejak 24 jam terakhir angka ISPU di Palembang di atas 50 dan belum mengalami penurunan.
“Biasanya normalnya ISPU akan pekat hanya pada malam hingga pagi hari saja, tapi sejak kemarin ISPU ini stabil 24 jam di atas 50 angkanya sehingga perlu diwaspadai,” kata Kasi Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Petanahan (DLHP) Sumsel, Reza Wahyu, Rabu (14/8).
Reza menyebut angka ISPU tersebut sebenarnya masih masuk kategori sedang atau belum berbahaya namun masih harus diwaspadai lebih lanjut.
“Angka ini menjadi indikasi atau peringatan dini agar masyarakat waspada dampak kebakaran hutan dan lahan karena saat ini sudah masuk musim kemarau,” terangnya.
Bagi masyarakat yang punya riwayat sakit pernapasan atau asma dan yang masuk kategori rentan harus lebih waspada menjaga kesehatan diri.
Reza menambah ISPU ini bisa saja naik beberapa hari kedepan jika tidak ada hujan di daerah asal kebakaran atau juga lahan yang terbakar semakin luas.
Luasan lahan yang terbakar dan lamanya hari tanpa hujan juga bisa mempengaruhi angka ISPU dan dampaknya bagi kesehatan.
“Semakin besar luas lahan yang terbakar dan semakin lama tidak hujan maka akan semakin parah ISPUnya,” tambah Reza.
Jadi masyarakat diminta waspada dampak karhutla dengan dampak kesehatan yang bakal timbul agar tetap selalu menjaga kesehatan.(CKM)

