RELUNG.ID – Video pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Karnaval tersebut menjadi sorotan lantaran sejumlah peserta tampil menggunakan kostum dan atribut bernuansa menyeramkan yang oleh sebagian warganet dikaitkan dengan simbol satanisme.
Dalam sejumlah video yang beredar, peserta terlihat mengenakan kostum menyerupai sosok iblis. Ada pula peserta yang membawa seekor kambing hidup dan memasukkannya ke dalam sebuah peti.
Dalam video lainnya, terlihat seorang peserta menyembelih hewan tersebut dan kemudian memperlihatkan bagian kepala kambing.
SKNC diketahui digelar pada Kamis (10/9/2026) malam. Namun, di tengah ramainya pembahasan mengenai konsep karnaval, kabar mengenai meninggalnya salah satu peserta juga ikut menjadi perhatian.
Peserta bernama Ahmad Faiz dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Pihak keluarga membenarkan kabar tersebut. Namun, keluarga membantah anggapan bahwa kematian Faiz berkaitan dengan kostum atau atribut yang digunakan dalam karnaval.
Paman korban, Musa, mengatakan kondisi Faiz memang telah mengalami kelelahan sebelum mengikuti acara. Korban disebut tetap bekerja meski waktu istirahatnya kurang.
“Dia itu orangnya kalau kerja terlalu semangat. Jadi sering kecapekan,” kata Musa, dikutip dari TribunJateng.com, Senin (14/9/2026).
Menurut keluarga, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mengaitkan meninggalnya Faiz dengan pelaksanaan karnaval.
Sementara itu, panitia SKNC menyebut kegiatan tersebut telah dipersiapkan selama kurang lebih dua bulan.
Panitia juga mengaku telah memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan serta arahan dari perangkat desa dan kepolisian.
Panitia berharap kabar mengenai meninggalnya Faiz tidak berkembang menjadi informasi yang berlebihan dan mengaitkan berbagai hal tanpa dasar yang jelas.
“Untuk desas-desus yang isu liar ini tidak di-framing secara berlebihan, karena selain merugikan pihak keluarga, kami dari panitia juga merasa dirugikan,” ujar Ketua Panitia SKNC, Fatchul Majid. (vid)

