RELUNG.ID – DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden fatality yang terjadi di kawasan jalan hauling milik PT Royaltama Mulia Kencana (RMK) di Desa Saka Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (25/10/2025).
Peristiwa tersebut telah merenggut nyawa seorang pekerja pengawas bernama Ozy Ozami (26) warga Desa Lingga.
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto, menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh dibiarkan tanpa tindak lanjut yang jelas. Ia menilai pemerintah harus membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik untuk memastikan penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut.
“Apakah karena kelalaian atau tidak terpenuhinya persyaratan kendaraan dan keamanan sesuai aturan undang-undang. Ini harus jelas agar tidak menjadi preseden buruk di sektor pertambangan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Politisi Partai NasDem itu juga menekankan, jika hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian atau pelanggaran dari pihak perusahaan, maka pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada PT RMK.
“Kalau tidak dilakukan investigasi yang menyeluruh dan terbuka, maka kejadian seperti ini akan terus berulang. Pemerintah harus hadir dan menegakkan aturan dengan adil,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nopianto mengingatkan seluruh perusahaan tambang di Sumatera Selatan agar senantiasa mematuhi regulasi dan standar keselamatan kerja yang berlaku. Ia menilai, keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pertambangan.
“Semua perusahaan harus taat terhadap regulasi pertambangan sesuai undang-undang. Jangan sampai mengejar keuntungan tapi mengabaikan keselamatan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, fatality kembali terjadi di kawasan pertambangan Sumsel. Kali ini, kejadiannya KM 27 jalan hauling milik PT Royaltama Mulia Kencana (RMK), tepatnya di Desa Saka Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (25/10/2025).
Sebuah kendaraan jenis Light Vehicle tambang yang dikendarai oleh pengawas hauling bernama, Ozy Ozami (26) warga Desa Lingga, ringsek berat setelah terlindas dump truck (dt) bermuatan 32 ton yang mengangkut batu krakas. Akibat peristiwa tersebut, korban meninggal dunia di tempat setelah menderita sejumlah luka.
Belum diketahui persis kronologi kejadian. Namun, dugaan sementara peristiwa tersebut disebabkan karena rem blong yang dialami dump truck. Hingga akhirnya terguling dan menimpa kendaraan LV.
Kakak Korban, Siswanto membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, pihak keluarga hingga kini belum mendapatkan kronologi kejadian sebenarnya dari perusahaan. “Belum ada penjelasan dari perusahaan. Kami juga tidak tahu kejadiannya seperti apa,” katanya
Saat ini, pihak keluarga sudah memakamkan korban dan menggelar takziah di rumah duka. “Sementara itu dulu pak. Kami sekeluarga masih syok,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Saka Jaya, Surat mengatakan ada info insiden dan mau pinjam mobil ambulance ,tapi tidak jadi sudah diangkut sama mobil LV katanya
“Kalau lokasi saya kurang paham di mana,” katanya
Dirinya hanya mengetahui ada kabar ingin meminjam mobil ambulance kalau di km 27 “itu aja yang lain-lain belum dapat info,” tutupnya
Sementara itu, Public Relation Specialist PT RMK, Caecilia Brahmana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang menewaskan salah satu karyawannya.
“Perusahaan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya karyawan kami dalam insiden di jalan hauling KM 28 Desa Saka Jaya,” katanya melalui keterangan resmi.
Menurut keterangan resmi RMK, kecelakaan terjadi saat kendaraan LV korban berada di tepi jalan hauling. Di waktu bersamaan, dump truck milik vendor pihak ketiga yang mengangkut batu krakas mengalami rem blong dan menabrak kendaraan korban.
RMK menegaskan bahwa insiden ini merupakan kecelakaan kerja akibat kelalaian pihak vendor. Langkah penanganan yang dilakukan perusahaan meliputi koordinasi dengan kepolisian, pendampingan keluarga korban, dan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan armada vendor.
“Kami menekankan kepada seluruh vendor agar memastikan unit yang beroperasi layak pakai dan layak jalan. RMK berkomitmen memperkuat budaya keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya. (tim)

