RELUNG.ID– Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi sementara terkait sejumlah kasus keracunan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari temuan awal, BGN menduga terdapat pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), termasuk proses memasak yang dilakukan terlalu cepat serta masih adanya dapur penyedia MBG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Meski demikian, hasil sementara menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam proses pengolahan makanan.
“Sejauh ini investigasi sementara mereka masaknya kecepetan. Intinya kita berpacu melawan waktu bagaimana caranya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi,” kata Sudaryono usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Sebagai langkah pencegahan, BGN kini memperketat penerapan SOP di seluruh dapur penyedia MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, hasil evaluasi juga menemukan masih ada dapur MBG yang telah beroperasi cukup lama namun belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan salah satu syarat penting dalam menjamin keamanan pangan.
“SLHS kita kasih sampai dengan tanggal 10. Ternyata ada dapur-dapur yang sudah beroperasi lama selama ini itu tidak melengkapi diri dengan SLHS,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapur yang belum memenuhi standar higiene dan sanitasi berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi makanan.
“Kami menduga bahwa salah satu yang barangkali menjadi kecurigaan besar, kan kalau dapurnya tidak terstandar sertifikasi higienis kan bahaya,” tuturnya.
BGN memberikan tenggat waktu hingga 10 Agustus 2026 kepada seluruh dapur MBG yang belum memiliki SLHS untuk segera melengkapi persyaratan tersebut. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan belum juga dipenuhi, BGN akan melakukan investigasi lebih lanjut.
“Kalau memang ternyata sampai tanggal 10 kok enggak ngurus, kan berarti ada sesuatu. Nah itu tentu akan kita investigasi,” tegas Sudaryono.
BGN menegaskan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga kepatuhan terhadap seluruh standar operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program prioritas pemerintah tersebut.[YKP]

