RELUNG.ID – Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat (Yopi Karim) mengungkapkan angka kasus penyakit TBC di Lubuklinggau cukup tinggi.
Hal ini perlu dilakukan deteksi dini untuk menekan angka TBC khususnya di Lubuklinggau.
“Memang kita kemarin sudah rakor via zoom melalui Mendagri, Menteri Kesehatan, dan Mendikdasmen bahwa ada penekanan angka TBC. memang di Lubuklinggau, Sumatera Selatan memang cukup tinggi, makanya kami di galakan, di stretching dari Mendagri untuk melakukan sosialisasi atau deteksi dini TBC tersebut,” kata Yopi pada Kamis, (2/10/2025).
Kemudian rakor tersebut juga berkaitan membahas mengenai MBG (Makan Bergizi Gratis).
Dimana dalam hal ini ditekankan agar para relawan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sebelum mereka diterima harus dilakukan rapid tes TBC lebih dulu.
“Kalaupun memang ada terindikasi ya harus segera minum obat. Tinggal kita memberi edukasi dengan masyarakat, sebenarnya TBC ini memang salah satu penyakit paru-paru dan ini juga mudah diobati tapi tinggal kesadaran dari kita,” ungkapnya.
Namun demikian, kebanyakan masyarakat ini tidak mau berobat. Dimana mereka itu harus makan obat dalam waktu 6 bulan.
“Namun terkadang dalam 1,2 bulan merasa enak, akhirnya tidak makan lagi obat dan terjadi resisten. Kalau sudah resisten banyak obat yang harus masuk,” pungkasnya. (NSR)

