Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Ketum JMSI Teguh Santosa: Presiden Prabowo Tak Pernah Sebut Wartawan sebagai ‘Londo Ireng’
Politik

Ketum JMSI Teguh Santosa: Presiden Prabowo Tak Pernah Sebut Wartawan sebagai ‘Londo Ireng’

RiyadiBy Riyadi28/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, saat melantik Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sumatera Selatan di Gedung Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (28/7/2026). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Isu ‘Londo Ireng’ yang belakangan menjadi perbincangan publik turut disinggung Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, saat melantik Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sumatera Selatan di Gedung Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (28/7/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Panji Cahyanto, yang mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta insan pers di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Teguh menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah “Londo Ireng” kerap dipahami secara keliru.

Baca juga :   Saat Disorot Kasus HGB, Nusron Wahid Ternyata Sudah Lama Mundur dari Golkar

Menurutnya, Presiden tidak pernah menyebut profesi wartawan, jurnalis, pengamat, maupun aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng”.

“Kalau diperhatikan dengan sungguh-sungguh, Presiden Prabowo sama sekali tidak menyebut wartawan atau jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai ‘Londo Ireng’. Presiden hanya mengingatkan bahwa ada ‘Londo Ireng’ yang menggunakan profesi wartawan, pengamat, dan LSM sebagai kedok atau topeng,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan, yang dimaksud Presiden adalah individu-individu yang berasal dari Indonesia tetapi lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibandingkan kepentingan nasional.

Baca juga :   Nama Susanah Viral Usai Disebut Prabowo, Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Jadi Sorotan

“Presiden mendefinisikan ‘Londo Ireng’ sebagai orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Sekarang mereka memakai baju lain, seperti wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM,” katanya.

Karena itu, Teguh mengajak insan pers untuk memahami konteks utuh dari pernyataan Presiden agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Presiden tidak mengatakan wartawan, pengamat, dan LSM adalah ‘Londo Ireng’. Pesan Presiden adalah ada ‘Londo Ireng’ yang menggunakan profesi kita, menjadi pengamat, atau menjadi aktivis LSM,” tegas dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Baca juga :   Prabowo Siapkan AI untuk MBG, Skrining Kesehatan hingga Deteksi Penyimpangan

Selain menyinggung isu yang tengah viral itu, Teguh juga memberikan dua pesan utama kepada Pengda JMSI Sumatera Selatan yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Firdaus Komar.

Pertama, seluruh perusahaan media anggota JMSI harus memiliki kapasitas usaha dan manajemen bisnis yang sehat, profesional, serta mandiri sehingga mampu menjamin kesejahteraan karyawannya.

Menurutnya, hanya perusahaan media yang sehat secara bisnis yang mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara independen.

Baca juga :   PDIP Persilakan Jokowi Keliling Indonesia, Djarot Singgung Polemik Ijazah

Pesan kedua, anggota JMSI harus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, tidak hanya memenuhi kaidah penulisan dan Kode Etik Jurnalistik, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Karya pers yang berkualitas tidak sekadar rapi dalam penulisan atau mengikuti Kode Etik Jurnalistik. Tetapi juga harus diiringi kemauan kuat untuk benar-benar meliterasi masyarakat pembaca. Jangan sampai karya pers hanya terjebak pada clickbait yang mengandalkan judul dramatis atau sekadar mengikuti isu yang sedang trending,” ujarnya.

Teguh juga mengingatkan agar media anggota JMSI tidak terjebak pada fenomena fear of missing out (FOMO) dalam menyajikan informasi.

Baca juga :   Reshuffle Kabinet Menguat, Presiden Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat Akan Saya Singkirkan

Menurutnya, media justru harus berani menghadirkan perspektif yang utuh, mendalam, dan berbeda dari arus informasi yang berkembang apabila memang didukung fakta.

“Jangan takut menjadi tidak biasa atau berbeda dari arus besar. Justru kita ingin menciptakan arus besar yang benar, bukan sekadar ikut-ikutan pada arus yang keliru,” katanya.

Menutup sambutannya, Teguh menyatakan optimistis kebebasan informasi dan kemajuan teknologi digital dapat menjadi motor pembangunan Indonesia apabila dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh media.

Baca juga :   Aktivis Laporkan Menteri Kabinet Merah Putih ke Presiden Prabowo, Terkait Dugaan Intervensi Kasus OTT KPK di OKU

Ia meyakini, apabila JMSI konsisten menjalankan perannya dalam memperkuat perusahaan pers sekaligus meningkatkan kualitas jurnalistik, maka kebebasan informasi dan revolusi digital akan menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan bangsa, sebagaimana telah terjadi di berbagai negara.[YFS]

Ketum JMSI Londo Ireng Presiden Prabowo Teguh Santosa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article8 Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks Diciduk, Polisi Telusuri Aliran Dana
Next Article Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Diduga Hilang, Sekuritas dan Nasabah Gugat BCA ke Pengadilan
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,897 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,742 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?