Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kualitas Udara di Palembang Berbahaya, Angka PM2,5 Tembus Rekor Tertinggi
Regional

Kualitas Udara di Palembang Berbahaya, Angka PM2,5 Tembus Rekor Tertinggi

alwiBy alwi17/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kabut asap di Kota Palembang yang kian pekat menembus level berbahaya pada Kamis (17/9/2026). (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kualitas udara Kota Palembang kembali memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 menembus rekor tertinggi yaitu 681,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Kamis (17/9/2026).

Baca juga :   Mau Jadi Calon Gubernur Sumsel Independen? Berikut Syaratnya

Angka tersebut tercatat pada pukul 04.00 WIB dan menjadi konsentrasi PM2.5 tertinggi yang terpantau di stasiun tersebut dalam pengukuran terakhir.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kondisi kualitas udara di Palembang saat dini hari masuk kategori berbahaya atau hitam.

“Untuk kondisi kualitas udara di Palembang terpantau berbahaya atau hitam. Konsentrasi PM2.5 di Musi 2 Palembang tercatat mencapai angka tertinggi terutama pada pukul 04.00 WIB tadi dengan 681,6 µg/m³,” ujar Wandayantolis.

Baca juga :   Satu Helikopter Water Bombing di Sumsel Pindah ke Tangerang

Lonjakan tersebut melampaui catatan sebelumnya. Pada 6 September 2026, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 tercatat mencapai 614 µg/m³.

“Iya, angka PM2.5 hari ini tercatat paling tinggi dibandingkan 6 September lalu di 614 µg/m³,” katanya.

Tak hanya Musi 2, kondisi serupa juga terpantau di Stasiun Talang Betutu. Konsentrasi PM2.5 di lokasi tersebut mencapai 493,9 µg/m³.

Baca juga :   Tabrak Pendemo dengan Mobil, Anggota DPRD Cilegon Hikmatullah Dilaporkan ke Polisi


Tingginya konsentrasi partikulat turut memengaruhi jarak pandang di Palembang. Wandayantolis menyebut jarak pandang dapat berada di kisaran 1-2 kilometer dalam kondisi tertentu.

“Kalau murni tanpa bercampur kabut, jarak pandang bisa sekitar 1-2 km,” ujarnya.

Namun, ia menjelaskan pengukuran jarak pandang dalam meteorologi memiliki klasifikasi yang berbeda antara kondisi siang dan malam. Dengan demikian, kondisi malam hari tidak otomatis membuat jarak pandang menjadi lebih rendah.

Baca juga :   Karhutla Meluas, Lemahnya Tanggung Jawab Kepala Daerah Dinilai Tidak Hanya Bikin Malu Provinsi Tetapi Negara

“Dalam meteorologi, ada klasifikasi khusus visibility siang versus malam. Jadi meski malam, belum tentu visibility jadi lebih rendah,” tambahnya.

Memasuki pagi hari, kualitas udara memang mulai mengalami penurunan konsentrasi PM2.5, tetapi masih berada pada level tinggi.

Data pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di dua stasiun tersebut masing-masing berada di angka 283 µg/m³ dan 272,3 µg/m³. Status kualitas udara masih tercatat dalam kategori berbahaya atau hitam.

Baca juga :   8 Nomor Penting yang Harus Disimpan saat Ular Masuk Rumahmu! 

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Wandayantolis mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.

“Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata,” katanya.

Ia juga mengingatkan risiko kesehatan dapat meningkat apabila paparan PM2.5 dalam konsentrasi sangat tinggi berlangsung lama.

Baca juga :   Tangani Karhutla, PT Lonsum Terapkan Strategi Kolaborasi

“Dari referensi jika angka PM2.5 di atas 500 µg/m³ bertahan lebih dari 24 jam, bisa berdampak serius hingga ke jantung, tidak lagi hanya masalah pernapasan,” tutupnya. (THQ)

5 Kabut Asap Karhutla Kualitas udara berbahaya Kualitas Udara di Palembang PM2
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTerlambat Satu Dekade, McLaren Akhirnya Konfirmasi Rencana Produksi SUV
Next Article Tak Lagi Jadi Menteri Keuangan, Purbaya Pamer Kolam Ikan dan Ajak Warganet Mancing
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,015 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,885 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,857 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?