RELUNG.ID-Maraknya kasus penembakan menggunakan senjata api di Lampung kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi kekerasan bersenjata terjadi berulang kali, mulai dari kasus begal, penagihan utang, hingga penembakan aparat kepolisian.
Kasus terbaru terjadi di Kota Metro, Lampung, Sabtu (23/5/2026) malam. Seorang ASN bernama Dedi Christian Agung tewas ditembak usai terlibat cekcok soal utang Rp1 juta dengan pelaku bernama Fajar Jaya Putra.
Pelaku diketahui menggunakan senjata api rakitan yang biasa dibawanya saat melakukan penagihan koperasi simpan-pinjam ilegal.
Kemudian, sebelumnya di bulan yang sama, kejadian serupa berlangsung di kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi. Seorang anggota polisi berpangkat Brigadir, Arya Supena, mengalami luka tembak serius di bagian kepala setelah berusaha menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di depan Toko Yuzi Akmal, Jalan ZA Pagaralam.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menjelaskan peristiwa bermula saat korban tiba di lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street warna hitam sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, Brigadir Arya melihat dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Salah satu pelaku diketahui tengah merusak kunci setang sepeda motor milik karyawan toko menggunakan kunci T.
“Korban kemudian menegur pelaku yang sedang mencoba mengambil sepeda motor tersebut,” kata Yuni.
Namun teguran tersebut justru membuat pelaku panik dan nekat melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah korban.
“Korban terkena tembakan di bagian kepala sisi kanan dan tembus ke sisi kiri,” jelasnya.
Usai menembak, pelaku sempat menjatuhkan senjata api saat hendak melarikan diri. Namun senjata tersebut kembali diambil sebelum kedua pelaku kabur menggunakan sepeda motor.
Dalam pelariannya, pelaku juga disebut sempat menodongkan senjata api ke arah seorang tukang sapu yang berada di sekitar lokasi untuk membuka jalan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa kunci T milik pelaku, sepeda motor sasaran pencurian, kendaraan korban, serta telepon genggam milik korban.
Hingga kini Brigadir Arya Supena masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Lampung dalam kondisi kritis.
Polda Lampung menyatakan tim gabungan masih memburu kedua pelaku dengan melakukan identifikasi melalui rekaman CCTV dan keterangan para saksi.
Sebelumnya, kasus penembakan maut juga terjadi di Kota Metro, Lampung, Sabtu (23/5/2026) malam. Seorang ASN bernama Dedi Christian Agung tewas ditembak usai terlibat cekcok soal utang Rp1 juta dengan pelaku berinisial Fajar Jaya Putra.
Pelaku diketahui menggunakan senjata api rakitan yang biasa dibawanya saat melakukan penagihan koperasi simpan-pinjam ilegal.
Selain itu, publik Lampung juga masih dihebohkan dengan kasus penembakan tiga anggota polisi saat penggerebekan arena judi sabung ayam di Way Kanan yang menyeret terdakwa Bazarsah.
Dalam sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang terungkap terdakwa menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 modifikasi untuk menembaki aparat hingga menewaskan tiga polisi.
Rentetan kasus ini membuat masyarakat menilai Lampung tengah berada dalam kondisi darurat kekerasan bersenjata dan peredaran senjata api ilegal.
Publik pun mendesak aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap kepemilikan senjata api rakitan maupun ilegal demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.[YKP]

