RELUNG.ID – Pihak keluarga memastikan sosok mayat perempuan yang ditemukan di tumpukan sampah bekas kardus di pinggir jalan lintas Kepahiang – Bengkulu, tepatnya di kawasan hutan liku 9, Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu merupakan Sopiah (22).
Sopiah diketahui sudah 5 hari hilang dan tidak pulang ke rumahnya di Dusun II Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan sejak hari Kamis, 5 Maret 2026 lalu.
Sebelumnya pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, Dedi selaku kakak Sopiah telah membuat laporan kehilangan ke Polsek Muara Lakitan.
“Iya benar, jadi benar itu Sopiah (mayat perempuan yang ditemukan di Kepahiang). Pihak keluarga juga sudah mengecek kesana dan buat laporan ke Kepahiang,” kata Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan pada Rabu, (11/3/2026).
Dijelaskan, korban diketahui ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa, 10 Maret 2026 siang. Korban diduga sedang hamil besar dan pihak kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan atas temuan mayat perempuan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita, Sopiah (22), warga Dusun II Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dilaporkan keluarganya sudah 5 hari tak pulang ke rumah.
Pihak keluarga mengatakan, Sopiah telah pergi dari rumah sejak hari Kamis, 5 Maret 2026 dan telah melaporkannya ke Polsek Muara Lakitan.
Kapolsek Muara Lakitan AKP Hendrawan membenarkan adanya laporan tersebut. Dimana pelapor yakni Dedi (31), selaku kakak dari Sopiah telah melapor ke Polsek Muara Lakitan pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.
“Jadi melaporkan bahwa adiknya telah pergi dari rumahnya sejak hari Kamis, 5 Maret 2026 dan sampai sekarang ini belum kembali serta tidak ada kabarnya,” kata AKP Hendrawan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Dijelaskan, Sopiah pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB pergi dari rumah Desa Sungai Pinang. Saat itu Sopiah pergi meninggalkan rumah dengan mengenakan pakaian baju kaos warna ungu, celana panjang hitam.
“Korban juga membawa satu unit handphone (HP) dan saat ini nomor handphone tersebut tidak dapat dihubungi lagi,” ujarnya.
Ditambahkan, pelapor juga mengaku tidak mengetahui apa motif adiknya tersebut pergi meninggalkan rumah. Bahkan pelapor juga mengaku tidak ada permasalahan dengan adiknya.
“Pelapor melaporkan ke SPK Polsek Muara Lakitan karena merasa cemas dan takut jika dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (NSR)

