Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Mahfud MD: Langkah Purbaya Sudah Tepat, Proyek Whoosh Terlalu Membebani Negara


Politik

Mahfud MD: Langkah Purbaya Sudah Tepat, Proyek Whoosh Terlalu Membebani Negara



RiyadiBy Riyadi15/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mendukung keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Mahfud, proyek infrastruktur yang digagas pada era Presiden Joko Widodo itu kini justru menimbulkan beban besar terhadap keuangan negara dan menghambat pembangunan sektor lain yang lebih penting bagi rakyat.

“Ternyata sekarang tidak mampu bayar dan sekarang tidak mau bayar Purbaya. Menurut saya benar Purbaya. Karena apa? Ini masalahnya sangat memberatkan bangsa,” kata Mahfud dalam tayangan di kanal YouTube miliknya, Selasa (14/10/2025).

Baca juga :   Mahfud MD Soroti Proses Hukum Kasus Kuota Haji 2024, Ingatkan Penegakan Hukum Harus Sesuai Aturan

Mahfud menilai, pembiayaan proyek Whoosh sejak awal sudah bermasalah karena terlalu bergantung pada utang luar negeri, terutama dari China Development Bank (CDB).

Selain itu, ia menyoroti adanya indikasi mark up biaya pembangunan per kilometer yang menyebabkan pembengkakan utang hingga miliaran dolar AS.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Tapi hitungan dari China sendiri hanya 17–18 juta dolar AS. Ini siapa yang menaikkan?” ujarnya.

Baca juga :   THMP Sebut Jokowi Kecewa Penanganan Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Berjalan Lamban

Mahfud pun mendesak aparat penegak hukum agar menyelidiki potensi penyimpangan atau mark up yang terjadi dalam proyek tersebut. Ia menilai, jika terbukti ada pelanggaran, maka harus ada penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Mahfud juga memperingatkan pemerintah mengenai risiko yang bisa timbul jika Indonesia gagal membayar utang ke China.

Ia mencontohkan kasus Sri Lanka yang kehilangan kendali atas pelabuhannya setelah gagal melunasi utang kepada China.

Baca juga :   205 Personel Gabungan Diterjunkan, Jaga Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada di OKU Timur

“China bisa saja meminta kompensasi, misalnya membangun pangkalan laut di kawasan Laut Natuna yang sedang dalam situasi konflik. Kalau itu terjadi, pemerintah sudah melanggar ideologi dan konstitusi,” tegas Mahfud.

Untuk menghindari hal itu, Mahfud mengusulkan dua langkah. Pertama, agar pemerintah tetap mencari solusi pembayaran tanpa membebani APBN. Kedua, segera melakukan audit dan penyelidikan hukum terhadap dugaan mark up biaya proyek.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menolak pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN.

Baca juga :   Batal Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Alihkan Dana untuk Kurban Sapi Jumbo

Menurutnya, utang proyek tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pihak korporasi melalui perusahaan Danantara yang menaungi proyek kereta cepat.

“Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,” kata Purbaya dalam acara Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).

Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin terus menanggung beban keuangan dari proyek yang dikelola secara korporasi dan menekankan pentingnya pembagian porsi tanggung jawab antara pemerintah dan pihak swasta.

Baca juga :   NasDem Sumsel Ngebut Tatap Pemilu 2029, Herman Deru Ingin Struktur Partai Hidup sampai ke TPS

“Jangan kalau enak swasta, kalau enggak enak pemerintah,” ujarnya.

Sebagai informasi, total investasi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung mencapai 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp120 triliun.Dari jumlah itu, sekitar 75 persen dibiayai melalui utang ke China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.

Namun dalam perjalanannya, proyek ini mengalami pembengkakan biaya (cost overrun)sekitar 1,2 miliar dolar AS. Untuk menutupinya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali menarik pinjaman dengan bunga lebih tinggi, yakni 3 persen.

Baca juga :   Maung Pindad Jadi Armada KPU untuk Distribusikan Logistik Pemilu, Begini Spesifikasinya

Direktur Utama PT KAI kala itu, Didiek Haryanto, menjelaskan bahwa pinjaman baru ini dibagi dalam dua denominas yakni dolar AS dan yuan (RMB), dengan bunga flat selama tenor 45 tahun.

Mahfud menegaskan, persoalan utang Whoosh harus menjadi pelajaran agar proyek besar ke depan lebih transparan dan akuntabel.

Kita tidak boleh mengorbankan keuangan negara dan kedaulatan bangsa hanya demi proyek yang sejak awal sudah salah perhitungan,” pungkasnya.[YKP]

 

Bebani Negara Mahfud MD Proyek Whoosh Purbaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMotor Polisi Militer Diduga Sebabkan Kecelakaan, TNI Telusuri Video Viral di Medsos

Next Article Mahfud Minta Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Diselidiki, Sebut Biaya Naik 3 Kali Lipat

Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,756 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?