RELUNG.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat mengakses bacaan secara digital, buku cetak ternyata masih memiliki tempat tersendiri di pasar literasi Indonesia.
Hal ini diakui oleh Regional Manager Gramedia, Bernadus Singgih Hindratno usai membuka toko di Palembang Square, Sabtu (31/10/2026).
Dia mengatakan, penjualan buku cetak masih mendominasi bisnis Gramedia secara nasional. Kontribusinya mencapai sekitar 70 persen, sedangkan penjualan digital berada di kisaran 30 persen.
Menurut Bernadus, perkembangan teknologi digital tidak serta-merta menggeser minat masyarakat terhadap buku fisik. Justru, kedua segmen tersebut menunjukkan pertumbuhan secara bersamaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Beberapa tahun yang lalu, terutama pascapandemi Covid-19, ada kecenderungan semua akan beralih ke digital. Tapi faktanya, lima tahun setelah Covid-19, cetak naik, ada pertumbuhan cetak. Digital juga naik,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar literasi semakin luas. Masyarakat memiliki pilihan untuk mengakses buku melalui platform digital maupun membeli langsung buku fisik.
Karena itu, Gramedia memilih menjalankan strategi bisnis melalui dua saluran sekaligus, yakni cetak dan digital, bukan mempertentangkan keduanya.
“Strategi kami adalah done cetak, done digital. Jadi bukan cetak atau digital. Dua-duanya kami jalankan. Bisnis digital kami jalankan, non-digital kami jalankan, cetak kami jalankan, digitalnya juga kami hubungkan,” jelasnya.
Bernadus menyebutkan, setiap gerai juga diwajibkan menyediakan sedikitnya 500 judul buku bestseller nasional agar konsumen tetap mendapatkan pilihan bacaan populer.
“Untuk keterbatasan stok fisik dapat diatasi melalui layanan Gramedia.com. Konsumen tetap bisa memesan buku yang tidak tersedia di gerai dan memanfaatkan layanan pemesanan melalui toko,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Palembang, Agus Suprianto, menyambut positif kehadiran kembali Gramedia di Palembang Square. Menurutnya, bertambahnya akses masyarakat terhadap toko buku diharapkan dapat mendorong budaya membaca sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Palembang juga menerima hibah sebanyak 50 buku dari Gramedia. Buku-buku tersebut nantinya akan didistribusikan melalui jaringan perpustakaan di bawah Dinas Perpustakaan Kota Palembang.
“Semoga nanti dengan dihibahkan buku ini, kami akan menyalurkannya ke perpustakaan di bawah. Silakan bagi masyarakat yang mau membaca atau mencari bahan-bahan untuk kegiatan, kami sudah menyediakan,” singkatnya. (LWM)

