RELUNG.ID– Kuliner legendaris Pempek Tumpah di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, tengah menjadi sorotan di media sosial. Ikon wisata kuliner yang dikenal dengan konsep penyajian pempek secara prasmanan di atas papan beralas daun pisang itu menuai beragam komentar dari warganet.
Polemik mencuat setelah sejumlah unggahan di platform Threads menyebut pempek yang dijual dinilai kurang higienis dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Kritik tersebut memicu kekhawatiran para pedagang karena dinilai dapat memengaruhi citra kuliner khas Palembang.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Threads @lailadimyati. Dalam unggahannya, akun tersebut mengimbau masyarakat Palembang agar tidak lagi merekomendasikan Pempek Tumpah Pasar 16 Ilir kepada wisatawan dari luar daerah.
Menanggapi polemik tersebut, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sumatera Selatan, Kemas Khoirul Mukhlis, meminta masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh pedagang hanya karena dugaan kesalahan yang dilakukan segelintir oknum.
“Kalaupun memang ada oknum, jangan semua pedagang pempek tumpah disamaratakan. Banyak juga pempek yang rasanya enak, apalagi kalau dimakan saat masih hangat,” kata Kemas saat mengunjungi kawasan Pempek Tumpah Pasar 16 Ilir, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kualitas pempek yang dijual juga dipengaruhi waktu penyajian. Pempek yang baru dimasak tentu memiliki kualitas berbeda dibandingkan yang telah dipajang sejak pagi hingga sore hari.
“Kalau kita membeli pempek di mana pun, tentu harus memilih yang kondisinya masih baik dan bersih. Persoalan lalat misalnya, itu bisa dibersihkan dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kemas mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung upaya peningkatan kualitas kawasan kuliner tersebut, baik dari sisi penataan maupun pemberdayaan para pedagang.
“Kalau ada pedagang yang kekurangan modal, pemerintah siap memberikan dukungan. Penataan seperti penyediaan payung yang seragam juga bisa membuat kawasan ini lebih menarik bagi wisatawan,” katanya.
Meski demikian, ia menilai konsep berjualan di kawasan Pasar 16 Ilir tetap perlu mempertahankan ciri khasnya sebagai kuliner rakyat yang telah dikenal sejak lama.
“Biarlah tetap dengan kekhasannya karena justru itu yang dicari masyarakat dari berbagai daerah. Tinggal ditata agar lebih rapi, bersih, dan nyaman tanpa menghilangkan keaslian suasananya,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang Pempek Tumpah, Iyut, warga Suro, membantah tudingan yang beredar di media sosial. Ia menyayangkan adanya unggahan yang dinilai menyamaratakan kualitas produk seluruh pedagang di kawasan tersebut.
Menurutnya, setiap pedagang memiliki bahan baku, proses pengolahan, dan standar kualitas yang berbeda.
“Tidak semua pedagang seperti itu. Produknya beda-beda, yang buat juga beda-beda dan kami menjual pempek ini bersih,” ujar Iyut.
Para pedagang berharap masyarakat tidak langsung menilai seluruh lapak berdasarkan pengalaman atau penilaian terhadap satu pedagang saja. Mereka juga mendukung adanya pembinaan dan penataan agar kawasan kuliner Pempek Tumpah Pasar 16 Ilir semakin bersih, nyaman, dan tetap menjadi salah satu destinasi kuliner andalan Kota Palembang.[YKP]

