RELUNG.ID – Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Karang Anyar, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sempat diwarnai insiden saat prosesi pengibaran Sang Merah Putih, Senin (18/8/2026).
Prosesi pengibaran bendera sempat terhenti setelah tali yang digunakan untuk menaikkan bendera keluar dari rel pada tiang. Akibatnya, bendera yang telah siap dikibarkan tidak dapat ditarik ke atas.
Situasi tersebut membuat sejumlah warga berinisiatif mencari cara agar prosesi pengibaran bendera tetap dapat dilanjutkan.
Salah seorang warga sempat hendak memanjat tiang, tetapi upaya tersebut dibatalkan karena mempertimbangkan bobot tubuh dan risiko tiang bendera patah.
Di tengah situasi tersebut, seorang remaja bernama Rizki kemudian memberanikan diri memanjat tiang bendera setinggi sekitar 12 meter untuk memperbaiki posisi tali.
Kepala Desa Karang Anyar, Sukoco, mengatakan Rizki memanjat tiang setelah warga memastikan kondisi tersebut cukup aman. Warga lainnya turut membantu dengan menahan tiang dari bagian bawah.
“Ada yang pertama berupaya naik namanya Ngadiman. Karena bobot tubuhnya berat dan memang sudah dewasa, saat naik ditakutkan membuat tiang bendera patah sehingga dibatalkan. Ada Rizki yang memang masih remaja, memutuskan memanjat tiang bendera agar bisa memperbaiki tali yang keluar dari relnya,” kata Sukoco, Selasa (19/8/2026).
Setelah mencapai bagian atas tiang, Rizki berhasil mengembalikan tali ke relnya. Ia kemudian turun dengan selamat dan prosesi pengibaran Sang Merah Putih kembali dilanjutkan.
Bendera Merah Putih akhirnya berhasil dikibarkan dengan penghormatan dari seluruh peserta upacara yang berada di lapangan Desa Karang Anyar.
Sukoco mengatakan seluruh persiapan upacara sebelumnya telah dilakukan dengan baik. Namun, insiden teknis di lapangan menjadi hal yang tidak dapat sepenuhnya diprediksi.
Ia mengapresiasi keberanian Rizki dan warga yang secara spontan membantu agar bendera tetap dapat dikibarkan.
“Saya sangat mengapresiasi bentuk dari warga yang memanjat tiang bendera demi berkibarnya Sang Merah Putih. Ini juga bentuk kecintaan warga saya dan rasa nasionalisme agar Merah Putih tetap bisa berkibar meski sempat ada insiden,” ujarnya.
Selain upacara, Pemerintah Desa Karang Anyar juga menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sejumlah perlombaan dan turnamen olahraga, seperti sepak bola dan voli, turut digelar untuk melibatkan masyarakat.
Menurut Sukoco, berbagai kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari warga.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran desa akibat efisiensi tidak menyurutkan komitmen pemerintah desa untuk tetap menjalankan pembangunan.
Pemerintah Desa Karang Anyar, kata dia, akan berupaya mengoptimalkan sumber pendapatan lain, termasuk Pendapatan Asli Desa (PADes) dan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Bisa tetap membangun dengan menggunakan PADes dan CSR perusahaan. Memang kurang maksimal, tetapi progresnya tetap ada untuk pembangunan di desa. Dengan dana yang ada, pembangunan desa tetap dijalankan sesuai aturan. Saya tetap berkeinginan untuk memajukan desa,” pungkasnya. (RDK)

