RELUNG.ID – Pernyataan lama Immanuel Ebenezer alias Noel mengenai Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu).
Purbaya diberhentikan dari posisi tersebut pada Senin (14/9/2026). Pada hari yang sama, Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Pergantian tersebut membuat video pernyataan Noel yang disampaikan sekitar tujuh bulan lalu kembali ramai diperbincangkan.
Saat itu, Noel yang masih menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan mengingatkan Purbaya agar berhati-hati. Ia bahkan mengaku mendapatkan informasi yang disebutnya sebagai informasi “A1” mengenai kemungkinan Purbaya menghadapi persoalan hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan Noel sebelum menjalani sidang pemeriksaan saksi dalam perkara hukum yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
“Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan,” kata Noel ketika itu.
Kini, setelah Purbaya tak lagi menduduki kursi Menteri Keuangan, ucapan tersebut kembali dikaitkan warganet dengan perkembangan terbaru.
Namun, pernyataan Noel saat itu merupakan klaim berdasarkan informasi yang menurutnya ia terima. Tidak terdapat kepastian dari pernyataan tersebut bahwa Purbaya akan menghadapi perkara hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Noel juga menyinggung pihak-pihak yang menurutnya merasa terganggu oleh kebijakan maupun pekerjaan Purbaya.
Ia menyebut adanya “pesta para bandit” yang berpotensi terganggu apabila aktivitas ilegal atau perdagangan yang tidak dikenai pajak ditindak.
“Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya,” ujar Noel.
“Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu.”
Noel kemudian menjelaskan bahwa istilah “pesta” yang digunakannya merujuk pada aktivitas perdagangan barang yang menurutnya tidak membayar pajak. Ia mencontohkan penyelundupan pakaian hingga mesin.
“Pokoknya yang enggak (kena) pajak-pajak itu, lah,” ujarnya.
Noel juga membawa pengalamannya ketika masih menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ia mengklaim sejumlah kegiatan yang dilakukannya, termasuk inspeksi mendadak atau sidak, telah mengganggu kepentingan sebagian pengusaha dan elite.
Menurut Noel, aktivitas tersebut kemudian dikaitkan dengan tuduhan pemerasan terhadap pengusaha.
“Sidak-sidak yang selama ini saya lakukan, dinarasikan bahwa saya memeras pengusaha. Yang paling mudah digunakan adalah diksi OTT,” katanya.
Sementara itu, putra Purbaya, Yudo Sadewa, turut memberikan reaksi setelah sang ayah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Melalui Instagram Story, Yudo menyebut dirinya kini bukan lagi anak menteri sehingga merasa lebih bebas menyampaikan pendapat.
“Sekarang Yudo udah bukan anak menteri, jadi boleh bebas asbun ya,” tulisnya.
Dalam unggahan berikutnya, Yudo menyinggung besaran gaji menteri serta persoalan korupsi yang dilakukan bawahan.
“Pensiun aja dari politik, enak jadi trader gajinya milyaran perbulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya nonstop ngurusin negara yang bawahan korup,” tulisnya.
Pernyataan Yudo tersebut kemudian turut menjadi perhatian publik di tengah pergantian Menteri Keuangan.
Meski pernyataan lama Noel kembali viral setelah Purbaya dicopot, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pergantian jabatan tersebut berkaitan dengan prediksi Noel pada Januari 2026.
Pencopotan dari jabatan menteri juga tidak secara otomatis menunjukkan adanya persoalan pidana. Hingga kini, perhatian publik masih tertuju pada alasan resmi pergantian Menteri Keuangan serta arah kebijakan ekonomi pemerintah setelah Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (vid)

