RELUNG.ID – Sejumlah warga Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Lahat menggelar aksi di Jalan Tambang (PIT 4) AMM Site Dizamatra Powerindo, Jumat (2/1/2026).
Kedatangan mereka ini untuk menuntut keterbukaan dan keadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja lokal, khususnya bagi warga di wilayah Ring I perusahaan.
Dalam unggahan di media sosial @poerlahat, kehadiran warga didampingi langsung oleh Pemerintah Desa Tanjung Telang melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai fasilitator penyampaian aspirasi masyarakat.
Berdasarkan keterangan di lapangan, kekecewaan warga muncul karena pihak manajemen PT AMM dinilai tidak merespons undangan klarifikasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh pemerintah desa.
Masyarakat menilai hak tenaga kerja lokal belum mendapatkan porsi yang adil, mengingat Desa Tanjung Telang merupakan wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.
“Masyarakat hanya menuntut keadilan dan transparansi terkait kuota tenaga kerja bagi warga Ring I. Kami sudah beberapa kali mengundang pihak perusahaan untuk berdialog, namun belum mendapat tanggapan,” tulisnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan akibat ketidakpuasan masyarakat, aksi tersebut berlangsung secara tertib dan damai tanpa adanya tindakan anarkis.
Aparat keamanan setempat melakukan monitoring serta deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di area operasional perusahaan.
Pada pukul 14.00 WIB, mediasi antara perwakilan masyarakat dan manajemen PT AMM akhirnya digelar.
Melalui rapat koordinasi tersebut, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan bersama sebagai langkah awal penyelesaian permasalahan rekrutmen tenaga kerja lokal. (vid)

