RELUNG.ID – Tim gabungan Badan Reserse Kriminal Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk yang diduga terkait pusat operasional jaringan judi online (judol) internasional.
Penggerebekan tersebut dilakukan pada Jumat (8/5) malam dan hingga Sabtu (9/5) pagi lokasi masih dijaga ketat oleh personel Brimob bersenjata lengkap.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aparat mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) dalam operasi tersebut. Mereka diketahui berasal dari sejumlah negara, antara lain Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea, dan Malaysia.
Para WNA itu diduga terlibat dalam jaringan internasional pengoperasian situs judol yang beroperasi dari gedung perkantoran tersebut. Disebutkan, para pelaku menyewa dua lantai gedung untuk menjalankan aktivitas mereka.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa komputer, laptop, brankas, serta perangkat yang diduga berkaitan dengan operasional situs judol.
Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan puluhan personel Brimob masih berjaga di depan gedung berfasad kaca tersebut.
Beberapa anggota tampak menggunakan perlengkapan taktis seperti helm, rompi antipeluru, masker, hingga senjata laras panjang.
Pengamanan di area gedung juga diperketat dengan penjagaan berlapis, termasuk petugas keamanan internal gedung yang turut bersiaga di sekitar lokasi.
Aktivitas di sekitar kawasan perkantoran terlihat minim. Sejumlah warga yang melintas tampak memperhatikan situasi karena adanya penjagaan ketat aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait detail kasus maupun jumlah pasti orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Sementara itu, Divisi Humas Polri dan Bidang Humas Polda Metro Jaya juga belum memberikan konfirmasi resmi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. (vid)

