RELUNG.ID- Konflik antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Keduanya saling melontarkan pernyataan melalui media sosial di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Perseteruan terbaru ini mencuat setelah Ruben menuding adanya dugaan pembayaran buzzer untuk menggiring opini publik dan memojokkan dirinya. Sarwendah kemudian memberikan klarifikasi serta menyatakan akan mengungkap bukti untuk membantah berbagai tuduhan yang menyeret namanya.
Melalui Instagram Story akun @ruben_onsu, Minggu (11/10/2026), Ruben kembali menyindir pernyataan Sarwendah yang sebelumnya mengaku tidak akan tinggal diam menghadapi tuduhan terhadap dirinya.
“Katanya tidak akan diam? Loh, selama emang diam?” tulis Ruben.
Presenter berusia 43 tahun itu kemudian melontarkan sindiran yang diduga ditujukan kepada mantan istrinya.
“Mulutmu memerintah untuk orang lain jalankan,” lanjutnya.
Ruben juga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa terus direndahkan melalui berbagai cara.
“Tidak habisnya dia merendahkan saya dengan berbagai cara,” tulis Ruben.
Di akhir unggahannya, Ruben menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena merasa mendapat petunjuk di tengah persoalan yang dihadapinya.
“Terima kasih ya Allah, Engkau selalu memberikan petunjuk dari orang-orang zolim,” tutupnya.
Di sisi lain, Sarwendah juga meluapkan kekesalannya melalui Instagram Story. Ia mengaku menjadi sasaran berbagai tuduhan yang dinilainya merugikan nama baik dan membentuk citra negatif dirinya di mata publik.
Mantan personel Cherrybelle itu menyebut sejumlah tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya, mulai dari dianggap menghalangi Ruben bertemu anak-anak, dikaitkan dengan pesugihan, hingga dituding mencuri uang Ruben.
Sarwendah juga menyinggung foto berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menurutnya menggiring opini seolah-olah dirinya mencuri uang Ruben, serta video yang membentuk citra dirinya sebagai sosok istri pemarah.
“Dari tuduhan menghalangi pertemuan dengan anak, pesugihan, foto AI seolah saya mencuri uang RO, video yang menggiring opini saya istri pemarah, sampai tuduhan saya dalang masalah Onyo dan ibu jahat dalam mendisiplinkan anak dan masih banyak lagi,” tulis Sarwendah melalui akun @sarwendah29.
Ia menilai berbagai tuduhan tersebut membentuk pola yang berpotensi merusak karakter dan reputasinya hingga menjadi sasaran hujatan publik.
“Pola ini tidak akan berhenti sampai karakter saya dihancurkan dan saya dijadikan bahan hujatan serta ejekan satu Indonesia,” katanya.
Sarwendah menegaskan tidak ingin terus berdiam diri. Ia berencana memberikan klarifikasi dan mengungkap bukti-bukti yang dimilikinya secara bertahap.
“Mulai hari ini saya tidak akan diam, saya akan meluruskan semuanya dan mengeluarkan semua bukti yang saya punya satu per satu,” tegasnya.
Perseteruan keduanya juga berkaitan dengan tudingan Ruben mengenai dugaan pembayaran buzzer untuk menggiring opini di media sosial.
Ruben mengklaim memiliki bukti berupa rekaman CCTV yang diunggah melalui akun Instagram miliknya. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang diduga asisten Sarwendah mengambil uang Rp35 juta untuk diberikan kepada perempuan lain.
Ruben menduga uang tersebut berkaitan dengan pembayaran buzzer yang menyerang dirinya. Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta yang terbukti.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan pihaknya tengah membahas kemungkinan membawa persoalan tersebut ke kepolisian.
“Setiap proses hukum yang dilakukan dengan cara-cara yang melawan hukum, ini tentu akan menimbulkan masalah hukum,” kata Minola kepada awak media, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (10/10/2026).
Minola menyebut Ruben berharap pihak yang diduga terlibat mengakui kesalahan sehingga persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berlanjut ke proses hukum.
“Setelah kita posting itu sebenarnya yang kita harapkan adalah pengakuan bersalah,” ujarnya.
Minola juga mengaku telah menerima informasi dan bukti dari Ruben yang menurut kliennya menunjukkan adanya penggunaan buzzer untuk membangun opini publik.
Sebelumnya, beredar pula tangkapan layar percakapan yang diduga memuat tarif buzzer sebesar Rp350 ribu per komentar, disertai contoh narasi positif untuk mendukung Sarwendah. Keaslian dan keterkaitan materi tersebut dengan pihak tertentu belum dipastikan dalam informasi yang tersedia.
Perseteruan Ruben dan Sarwendah ramai diperbincangkan warganet. Sebagian pengguna media sosial menyoroti konflik keduanya yang terus berkembang di ruang publik.
“Lama-lama dibikin lucu ya enjoy aja kita sebagai penonton,” tulis akun @diky_pr*****.
“Mau berapa episode ini.. sampai kalah kbr bencana alam di Indonesia ini,” komentar akun @_ndaman****.
Di tengah saling sindir dan tuduhan tersebut, proses gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan masih menjadi bagian dari persoalan hukum keduanya.
Hingga kini, berbagai tuduhan yang disampaikan melalui media sosial perlu dipisahkan dari fakta yang telah terverifikasi maupun hal-hal yang nantinya dapat dibuktikan melalui proses hukum.[YKP]

