RELUNG.ID – Setelah sempat melarikan diri, RK (19) akhirnya ditangkap oleh Polrestabes Palembang.
Pasalnya, RK diduga telah melakukan aksi pembunuhan terhadap adik iparnya yaitu ANF, remaja 13 tahun.
Seperti diketahui, ANF tewas usai ikut kompetisi meminum jamu yang diberikan oleh RK, Selasa lalu (18/12).
Dalam pesan yang beredar, RK sempat meminta maaf kepada suaminya Yuda Ardiansyah yang merupakan kakak remaja 13 tahun tersebut.
Dia pun mengaku jika ditawari oleh temannya untuk bermain game minuman berhadiah uang tunai Rp300 ribu untuk 10 orang dan dirinya akan mendapatkan uang satu juta apabila ada 10 orang yang bermain.
“Maafin aku, aku benar minta maaf. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Itu mainan kami dari dulu, tapi aku tidak tahu akan seperti ini,” kata dalam pesan singkat yang dikirimkan kepada Yuda.
RK menyebutkan dia bercerita dengan temannya kalau sedang ada masalah dengan korban. Lalu, selepas kejadian dirinya sempat panik dan tidak bisa berbuat apa-apa.
“Aku cerita dengan dia kalau punya masalah dengan adik kamu. Tidak tahunya adik kamu salah satu dari korban itu. Aku tidak tahu harus apa, aku panik, aku tidak tahu adik kamu masih hidup atau tidak. Aku mau minta tolong, tapi aku takut dibawa ke penjara dan tidak bisa menjelaskan ke kamu. Aku tidak tahu 10 orang mati gara-gara minum itu,” tulisnya.
Dia juga mengaku saat ini dia dicari oleh polisi dan dirinya sudah tidak di rumah lagi. Dia saat ini tengah menyusul temannya dan ingin temannya tersebut bertanggung jawab.
“Aku akan mencari dia sampai ketemu. Aku terlalu takut mau bicara sama keluarga kamu. Ibu kamu tau, Aisyah sudah bicara kalau dio disuruh minum jamu,” tambahnya
RK juga menuliskan akan pergi ke Lampung untuk menemui temannya meminta pertanggungjawaban atas meninggalnya ANF. Dia berjani akan menebus nyawa yang hilang dengan nyawanya.
“Pas aku melihat Aisyah seperti itu, aku lemas dan panik. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Ini aku lagi menebus kesalahan aku, aku ke Lampung ke tempat teman aku itu. Aku janji akan membawa orangnya ke hadapan kamu. Maad sekali lagi, aku emang brengsek kalau aku tidak dapat orangnya, aku janji nyawa aku jadi taruhannya sebagai tebusan nyawa yang hilang,” terangnya.
RK mengatakan dirinya pergi dengan membawa anaknya, lantaran tidak bisa berpisah dan takut disakiti.
“Sekali lagi, Zen (anak pelaku) sama aku. Aku tidak bisa pisah sama dia, jangan pisahkan aku. Biarlah dia ku bawa mati, daripada disakiti. Aku minta maaf, aku benar-benar sayang sama kamu, tapi ini kesalahan aku yang tidak pantas kamu maafkan),” ujarnya..
Dia kembali mengirimkan pesan singkat, dengan memberitahu keberadaan korban ANF yang disembunyikan di belakang lemari. Lalu, berkata bahwa dirinya sangat sayang dengan suaminya Yuda Ardiansyah.
“Maaf, ibu mencari Aisyah, saya sembunyikan dia di belakang lemari karena aku panik, badan aku masih gemetar sampai sekarang. Kalau Aisyah hilang nyawa, aku juga harus hilang nyawa, maafin aku. Aku bawa anak kita sama aku. Aku ke Lampung, kalau aku tidak ketemu dia juga, aku janji jasad aku yang datang,” tutup pesannya.
“Aku sayang kamu selamo nyo tapi ak dk pantes kamu maafin. Aku takut klrgo kamu benci smo aku trmsuk kamu. Maaf. Ini slh ak shrus nyo Kito dk prnh ktmu lagi. Aku mati Bae.(Aku sayang kamu selamanya, tetapi aku tidak pantas kamu maafkan. Aku takut keluarga kamu benci sama aku termasuk kamu. Maaf, ini salah aku, seharusnya kita tidak pernah ketemu lagi. Aku mati saja),” tutup RK. (DNP)

