RELUNG.ID– Aktris muda Davina Karamoy mengaku menjadi salah satu korban dalam kasus dugaan penipuan dana umrah dan haji yang melibatkan Hanania Travel. Bahkan, Davina disebut mengalami kerugian hingga sekitar Rp160 juta setelah mendaftarkan diri untuk program haji plus bersama sang ibunda.
Davina hadir di Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026), untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara tersebut. Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar lima jam, ia mengaku mendapat sekitar 30 pertanyaan dari penyidik.
Kuasa hukum Davina, Yulius Irawansyah, menegaskan bahwa kliennya merupakan salah satu pihak yang terdampak langsung dalam kasus yang kini tengah ditangani kepolisian tersebut.
Menurut Yulius, Davina bersama ibunya telah mendaftarkan diri untuk keberangkatan haji melalui Hanania Travel dan telah menyetorkan uang muka dalam jumlah besar jauh sebelum persoalan biro perjalanan tersebut mencuat ke publik.
“Klien saya ini dengan orang tuanya sudah mendaftar haji di Hanania dan sudah bayar uang mukanya,” ujar Yulius kepada wartawan usai pemeriksaan.
Davina menjelaskan, uang muka yang telah dibayarkan mencapai 10.000 dolar Amerika Serikat untuk dua orang peserta, yakni dirinya dan sang ibu.
“Kita baru masuk 10.000 dolar AS untuk dua orang, aku dan mama,” kata Davina.
Jika dikonversikan ke mata uang rupiah dengan kurs saat ini, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp160 juta. Dana itu merupakan bagian dari biaya yang telah dipersiapkan untuk keberangkatan haji mereka.
Yulius mengatakan kliennya merasa sangat dirugikan karena tujuan utama mereka adalah menjalankan ibadah. Ketidakjelasan nasib dana yang telah disetorkan membuat rencana keberangkatan haji Davina bersama ibundanya kini terancam gagal.
“Kalau dirugikan, sudah pasti dirugikan ya. Bahwa kita berharap keberangkatan kita juga kan bisa ibadah, kan tujuannya adalah ibadah,” ujarnya.
Meski demikian, Davina masih berharap ada solusi terbaik agar dana yang telah dibayarkan tidak hilang. Ia juga berharap proses keberangkatan hajinya tetap dapat direalisasikan melalui biro perjalanan lain.
“Kita berharap nanti bisa dialihkan dan agar, ya berdoalah agar uang itu tidak hilang, kita bisa dialihkan ke travel umrah yang lain,” kata Yulius.
Saat ini, kasus dugaan penipuan dana umrah dan haji yang menyeret Hanania Travel masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Sejumlah pihak yang mengaku menjadi korban telah dimintai keterangan guna membantu pengungkapan perkara tersebut.[YKP]

