RELUNG.ID– Rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) kecelakaan lalu lintas di Jalan Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur, viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang sopir travel berinisial TS (28) terlihat terlibat keributan dengan polisi yang sedang membantu mengevakuasi korban kecelakaan. TS bahkan memukul Wakapolsek Samarinda Ulu AKP Budi Santoso.
Belakangan diketahui, TS diduga berada di bawah pengaruh narkotika saat kecelakaan terjadi. Hasil tes urine yang dilakukan polisi menunjukkan TS positif narkoba.
“Yang bersangkutan terpengaruh dengan narkotika sesuai dengan hasil lab tes urine yang kita lakukan,” kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi, dilansir detikKalimantan, Senin (17/8/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di depan SPBU Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor yang dikendarai seorang perempuan dan mobil Toyota Innova berwarna putih yang dikemudikan TS.
Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor terjepit di bawah mobil bersama kendaraannya.
Saat kejadian, Wakapolsek Samarinda Ulu bersama sejumlah anggota kebetulan berada tidak jauh dari lokasi. Mereka kemudian langsung mendatangi tempat kejadian untuk membantu mengevakuasi korban.
“Secara kebetulan anggota kami dan salah satu pejabat di Polsek Samarinda Ulu sebagai Wakapolsek langsung melakukan upaya pertolongan kepada korban yang terlibat laka lantas,” ujar Asriadi, Jumat (14/8/2026).
Polisi bersama warga berupaya mengeluarkan korban dan sepeda motor yang berada di bawah mobil.
Namun, TS justru keberatan karena sepeda motornya dikeluarkan secara paksa demi menyelamatkan korban.
“Yang menjadi terpenting saat itu adalah menyelamatkan korban yang masih terjepit. Namun pihak driver tidak menerima dan bahkan melakukan pemukulan sebanyak dua kali di bagian wajah atau rahang menggunakan tangan kosong,” jelas Asriadi.
Meski mendapat pukulan, AKP Budi tetap fokus membantu proses evakuasi. Dengan bantuan warga sekitar, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari bawah mobil dan langsung dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah kejadian, polisi melakukan pemeriksaan terhadap TS. Hasil tes urine menunjukkan sopir travel tersebut positif menggunakan narkotika.
Kepada polisi, TS mengaku mengonsumsi sabu sekitar dua hari sebelum kecelakaan. Ia menyebut narkotika tersebut dikonsumsi di wilayah luar Samarinda.
Polisi kemudian menggeledah mobil Toyota Innova yang dikemudikan TS.
Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan bong atau alat yang digunakan untuk mengonsumsi sabu. Namun, polisi tidak menemukan sabu karena diduga telah habis digunakan.
“Konsumsi dia sudah dua hari yang lalu di wilayah luar Samarinda. Kemudian, kita juga lakukan penggeledahan di mobilnya, memang ditemukan bong, alat-alatnya itu. Walaupun sabunya enggak ada, sudah habis,” ungkap Asriadi.
Polisi masih menangani kasus tersebut, termasuk kecelakaan lalu lintas dan dugaan tindak kekerasan terhadap anggota kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi TS saat kecelakaan dan ketika memukul Wakapolsek Samarinda Ulu beredar luas di media sosial.[YKP]

