RELUNG.ID- Putri sulung Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, akhirnya membagikan isi surat menyentuh dari kedua orang tuanya usai resmi dilantik menjadi dokter.
Surat tersebut diberikan sehari sebelum pelantikan sumpah dokter yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (8/5/2026), Trisha memperlihatkan tulisan tangan sang ayah yang ditandatangani dengan nama “Papa FS”.
Dalam surat itu, Ferdy Sambo menyampaikan rasa bangga atas perjuangan Trisha menyelesaikan pendidikan kedokteran di tengah cobaan berat yang menimpa keluarga mereka.
“Mba Trisoy tercinta, selamat atas pelantikan dan sumpah dokter. Hari ini adalah buah dari doa, perjuangan, pengorbanan, dan ketekunan Mba selama ini,” tulis Ferdy Sambo.
Tak hanya memberikan ucapan selamat, mantan Kadiv Propam Polri itu juga menitipkan pesan agar Trisha menjadi dokter yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan integritas.
“Jadilah dokter yang tidak hanya pintar menyembuhkan, tapi juga memiliki hati yang penuh kasih, integritas, dan takut akan Tuhan,” lanjut isi surat tersebut.
Salah satu kutipan yang paling menyentuh perhatian publik berbunyi, “Tangan yang terlatih menyembuhkan tubuh, tetapi hati yang tulus memulihkan kehidupan.”
Selain dari sang ayah, Trisha juga menerima surat dari ibunya, Putri Candrawathi, yang ditulis dari Lapas Perempuan Tangerang pada 5 Mei 2026.
Dalam surat itu, Putri mengaku bangga kepada Trisha yang dinilai tetap kuat menjalani hidup dan bertanggung jawab terhadap keluarga di tengah situasi sulit.
“Terima kasih untuk tidak berhenti di titik terendah yang dulu pernah kita lalui. Terima kasih sudah menjadi anak sulung yang kuat dan bertanggung jawab terhadap adik-adik dan kepada Mama-Papa,” tulis Putri.
Ia juga berharap putrinya dapat menjadi dokter yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sebelumnya, Trisha sempat mengaku takut membuka surat dari kedua orang tuanya karena khawatir terbawa suasana emosional di momen bahagianya. Namun akhirnya, surat tersebut justru menjadi penguat bagi dirinya untuk melangkah ke fase baru sebagai tenaga medis.
Diketahui, pencapaian Trisha diraih di tengah kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat yang menyeret nama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sejak 2022 lalu.
Saat ini, Ferdy Sambo menjalani hukuman penjara seumur hidup, sementara Putri Candrawathi divonis 10 tahun penjara.[YKP]

